Loading...

Selasa, 31 Januari 2017

loading...

Kejagung RI Limpahkan Berkas Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos Sumsel Rp2,1 Triliun

    Selasa, Januari 31, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi)

PALEMBANG-SUMSEL,  SriwijayaAktual.com - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melimpahkan berkas dan tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana bantuan sosial senilai Rp 2,1 triliun di Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, ke Kejari Palembang, Selasa (31/1/2017), untuk menjalani proses administrasi sebelum disidangkan Pengadilan Tipikor Palembang
.
Tim Kejagung terdiri dari enam orang tiba di Kejari Palembang sekitar pukul 11.00 WIB. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menganggarkan dana untuk bantuan hibah dan bansos dalam APBD 2013 sebesar Rp 1.492.704.039.000.
Lalu pada APBD Perubahan naik menjadi Rp 2.118.889.843.100, dengan rincian dana hibah Rp 2.118.289.843.100 dan dana bantuan sosial Rp 600.000.000. 

Dalam kasus ini, penyidik menemukan dugaan penyelewenangan mulai dari perencanaan, penyaluran, penggunaan, dan pertanggungjawabannya. Dalam kasus ini diduga terjadi pertanggungjawaban penggunaan fiktif, tidak sesuai peruntukan, dan terjadi pemotongan. 

Sejauh ini Kejagung telah menetapkan dua tersangka, Kepala BPKAD Laonma PL Tobing dan mantan Kepala Kesbangpol Ikhwanuddin. 

Sebelumnya, salah seorang tersangka Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatra Selatan, Laonma PL Tobing juga mendatangi Kejari untuk memenuhi panggilan dari Kejaksaan Agung atas kasus korupsi dana hibah dan bansos yang membelitnya. 

Pemanggilan ini terkait penyerahan tersangka dan berkas-berkas yang sudah dinyatakan merampungkan tahap kedua sejak pekan lalu. 

"Saya datang kemari dipanggil atas penyerahan tersangka dan berkas-berkas. Saya dipanggil bersama Ikhwanuddin (tersangka lainnya, red), tapi yang bersangkutan sedang sakit sehingga lawyer-nya yang mewakili," kata Tobing, seperti dikutip dari Antaranews

Sejauh ini ia belum mengetahui prosedur dan apa yang akan dilakukan saat penyerahan tersangka dan berkas tersebut. 

"Saya tidak mengerti. Yang jelas pemanggilan ini sesuai dengan pemeriksaan beberapa waktu lalu oleh Kejagung atas bansos dan hibah yang mencapai Rp 2,1 triliun itu," kata dia.  

Tobing menjelaskan, dirinya bersama Ikhwanuddin akan mengikuti proses hukum selanjutnya dan belum memikirkan mengenai praperadilan. (rima)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...