Loading...

Kamis, 12 Januari 2017

loading...

“Kembali ke UUD 1945"?

    Kamis, Januari 12, 2017   No comments

Loading...
Daina Gelar Diskusi dengan Tema Kembali ke UUD 1945 dengan Pembicara : Irjen Pol Anton Tabah, DR. Margarito Kamis dan Sekretaris Majellis Syuro Sahar L Hasan. 

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Dapur Da’i Nusantara (Da’ina) menggelar diskusi politik dengan menghadirkan Irjen Pol Anton Tabah. DR. Margrito Kamis, Ketua Majelis Syuro PBB, MS. Kaban sebagai nara sumber. Diskusi yang mengambil tema “Kembali ke UUD 1945” itu dilaksanakan di Markas Besar Partai Bulan Bintang, Jl. Raya Pasar Minggu, Rabu (11/1/2017).

Pantauan dalam  diskusi yang dilaksanakan sekitar pukul 14.30 itu diawali dengan Irjen Pol Anton Tabah sebagai pembicara pertama. Dalam paparannya Anton mengatakan, Negara kita bukan bersadarkan Pancasila, tetapi berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. “Pancasila hanyalah ideologi negara,” kata Anton.

Pembicara kedua yang sedianya Ketua Majelsi MS Kaban, namun berhalangan, maka digantikan oleh Sekretaris Majelis Syuro, Sahar L. Hasan. Sahar mengupas tentang amandemen UUD 45 yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam sidang Istimewa tahun 2001.

Dia menceritakan bahwa pada waktu itu, saat amandemen pasal 29 UUD 45, Fraksi Partai Bulan Bintang memperjuangkan masuknya tujuh kata yang dihapus dari Piagam Djakarta. Tujuh kata itu berbunyi, Negara berdasarkan ketuhanan dengan menjalankan Syarikat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Namun kandas, karena, kata dia, Fraksi PBB tidak menginginkan usulan itu divoting sebab berkaitan dengan keyakinan.
“Bila dikemudian hari PBB besar, maka PBB akan memperjuangkan hal itu kembali,” ucap Sahar.

Hadir sebagai pembicara terakhir, Dr. Margarito Kamis proses perubahan UUD 45 dan kemungkinan-kemungkinan perubahan itu lagi.  Margarito mengatakan UUD dalam ilmu hukum dan politik dia adalah pantulan dari impian indah, tentang impian hari esok yang indah dalam pandangan kemanusiaan. 

Menurutnya UUD yang baik harus berada ditangan orang yang otaknya beres, hatinya beres. “Barang baik harus berada ditangan orang baik” tegas Margarito.

Margarito menyoroti banyak persoalan bangsa saat ini lebih disebabkan oleh perilaku-perilaku yang buruk. Bukan karena aturan atau UUD yang buruk.


Dia manmbahkan bahwa para pendiri bangsa dalam membentuk UUD 1945 dulu pernah mengatakan, sebagus apaun atau seindah apaun UUD itu dibuat sangat tergantung dari semangat penyelenggara negara.

Sebagai moderator Eddy Wahyudi memandu jalannya diskusi menjadi lebih menarik. Peserta antusias dalam mengikuti tiap sesi sampai sesi terakhir.  Diskusi ditutup menjelang Magrib. (sp.ak)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...