Selasa, 24 Januari 2017

'Manusia Kayu' dari Sragen Ini Dirujuk ke Solo

    Selasa, Januari 24, 2017   No comments

Sulami, manusia kayu diperiksa intensif di RSUD Sragen (foto:said masykuri)

SRAGEN-JATENG, SriwijayaAktual.com - Sulami (34) warga Dukuh Selorejo RT 31, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Sragen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menderita penyakit langka hingga disebut 'manusia kayu' dirujuk ke RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso Solo, Selasa (24/1/2017). 

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, dr Hargiyanto mengatakan penderita penyakit Punggung Bambu atau 'Bamboo Spine' ini sempat dirawat intensif di RSUD Sragen. keputusan untuk merujuk Sulami tersebut agar yang bersangkutan mendapat penanganan lebih intensif. Apalagi RS Ortopedi merupakan rumah sakit khusus menangani tulang sehingga peralatan medis lebih komplit. "Setelah tim dokter berembug, akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke Solo agar penanganan lebih intensif," ujarnya.

Kendati dirujuk ke Solo, jelas Hargiyanto, bukan berarti Pemkab Sragen lepas tangan penananganan pasien manusia kayu tersebut. Tim dokter dari Sragen tetap akan mendampingi selama proses pengobatan di Solo. "Kami sudah siapkan tim khusus untuk tetap mendampingi Sulami. Segala bentuk biaya juga sudah ditanggung karena sudah ada kover BPJS," jelasnya.

Menurut Hargiyanto, penyakit yang diderita Sulami ini istilah medisnya 'Ankylosing Spondylitis' atau penyakit kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi tulang belakang, dan sendi antara tulang belakang dan panggul. Hal ini akhirnya menyebabkan tulang-tulang belakang jadi menyatu. "Karena tulang sudah menyatu ini akibatnya pasien menjadi kaku dan tidak bisa bergerak seperti kayu," tambahnya.

Penderitaan Sulami ini diketahui sudah terjadi sejak kelas 6 Sekolah Dasar (SD) atau sekitar tahun 1995. Mendadak persendian Sulami kaku dan sulit digerakkan. Seiring berjalannya waktu, penyakit ini semakin parah hingga tidak bisa bergerak. Untuk sekedar makan saja harus disuapin. Bahkan untuk aktivitas sehari-hari juga harus dibantu orang lain. Penyakit ini terjadi dimungkinkan karena faktor genetika.  (Sam/krjg)


loading...
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner