Loading...

Kamis, 12 Januari 2017

loading...

Ratusan Mahasiswa Dari Aliansi BEM se Sumsel, Aksi Unjuk Rasa Kritik Kebijakan Pemerintah Pusat

    Kamis, Januari 12, 2017   No comments

Loading...
Mahasiswa Pengunjukrasa

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dari  Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  se Sumatera Selatan (Sumsel)  gruduk aksi unjuk rasa  di halaman  gedung  DPRD Sumsel, Kota  Palembang,  Kamis (12/1/2017).

Pantauan dilapangan, Aksi unjuk rasa ini,  selain  mahasiswa dari BEM se Sumsel dan organisasi internal mahasiswa kampus,  juga tampak terlihat dari kader organisasi mahasiswa eksternal kampus seperti;  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Secara bergantian masing-masing Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua BEM di universitas swasta maupun negeri di Kota Palembang menyampaikan orasi.

Dalam orasi tiga pokok utama tuntutanya, koordinator aksi yang merupakan Presma Universitas Sriwijaya (Unsri), Rahmat Fahrizal, mengatakan,  Pertama, mendesak  mencabut PP No.60 tahun 2016 tentang kenaikan tarif atas jenis penerimaan Negara bukan pajak atau PNBP yang berlaku pada kepolisian negara Republik Indonesia.

Kedua,  Menolak kenaikan tarif dasar listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikanya subsidi untuk Tarif Dasar Listrik (TDL) golongan 900 VA.
 
Ketiga, kembalikan mekanisme penetapan harga BBM kepada pemerintah dan menjamin terpenuhinya kebutuhan BBM bersubsidi di seluruh SPBU.

Tambahnya, bahwa hari ini ada 19 Kota di seluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa serentak  termasuk Kota Palembang,  dimana BEM  menuntut kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menguntungkan rakyat alias membuat penderitaan rakyat.”Tandasnya Rahmat.

Sementara itu, perwakilan dari pengunjukrasa  diterima secara mediasi  di Ruang Rapat Banggar DPRD  Sumsel, langsung oleh Ketua DPRD Sumsel H. Giri Ramanda Kiemas bersama anggota DPRD Sumsel lainya serta tampak terlihat Kapolresta Palembang   Kombes Pol Wahyu Bintoro.
Situasi Dalam Mediasi

Dalam menanggapi aspirasi mahasiswa pengunjukrasa, H. Giri Ramanda Kiemas mengatakan, DPRD  Sumsel akan meneruskan aspirasi mahasiswa ke pusat tentang tiga tuntutan atau Kebijakan. Pertama, menghapus PP No. 60 Tahun 2016, menolak kenaikkan TDL oleh PLN yang telah melakukan evaluasi harga. Ketiga, yakni menolak kenaikkan BBM.

“Dari tiga tuntutan tersebut, DPRD Provinsi Sumsel akan fokus pada kelangkaan Premium yang menghilang dari daerah-daerah. Karena dua tuntutan selain kelangkaan BBM bukan menjadi kewenangan dari DPRD. 


Lanjutnya Giri, Kewenangan DPRD tidak bisa mempengaruhi Kebijakkan pusat, kecuali oleh DPR RI yang bisa memanggil PLN, Pertamina, dan Kementrian Keuangan yang menaikkan ketiga hal tersebut.

Untuk case  PT Pertamina terkait ketersedian premium di Sumsel. Melalui Komisi III DPRD  Sumsel, akan memanggil PT Pertamina untuk mempertanyakan kelangkaan Premium di Sumsel.

Tambahnya, terkait pernyataan sikap, pimpinan DPRD siap membacakan pernyataan sikap  secara pribadi untuk menolak kenaikan BBM, TDL dan PP No. 60 Tahun 2016. “Selain itu, akan memfax pernyataan sikap atau tuntutan  pengunjukrasa  sebagai perwakilan masyarakat Sumsel ke pemerintah pusat  dan siap akan memfasilitasi untuk meminta perwakilan DPR RI untuk datang ke Sumsel mendengarkan aspirasi rakyat Sumsel yang  menolak kebijakan Pemerintah Pusat tersebut.”Tandasnya Giri. (Art)  


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...