SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com  - Berita Hoax mulai menyerang institusi TNI dan Polri. Bahkan akhir-akhir ini mulai bermunculan berita hoax yang muatannya membenturkan Panglima TNI dengan Kapolri. Bahkan, membenturkan pimpinan TNI & Polri dengan pimpinan negara.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai berita hoax, apalagi mengomentari dan melakukan share ke orang lain. Sebab itu akan menyesatkan dan menghancurkan persatuan dan kesatuan komponen bangsa", ungkap Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Dwi Endro Sasongko di hadapan Wartawan Unit Kodam IV Diponegoro yang diundang dalam rangka tasyakuran HUT Ke-66 Penerangan TNI AD di Makodam IV Diponegoro, Jumat (13/1/20170), dikutip dari krjogja.

Kapendam IV Diponegoro meminta bantuan para wartawan untuk menyiarkan berita-berita faktual dan tak segan-segan melakukan konfirmasi kepadanya apabila mendapatkan informasi atau berita seputar TNI AD di wilayahnya, terlebih dari info media sosial. Dengan demikian apabila terjadi hoax akan bisa segera diklarifikasi. Upaya ini akan sangat membantu masyarakat agar tidak dibingungkan oleh berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Berita yang mengatakan ada instruksi tembak ditempat apabila ada petugas BNN dan Polri melakukan pemeriksaan terkait peredaran narkoba kepada anggota TNI juga merupakan berita hoax. Saya tegaskan tidak pernah ada instruksi tersebut, sebab TNI juga menyatakan perang terhadap peredaran narkoba. Siapa (anggota TNI) yang terbukti menggunakan atau sebagai pengedar, sudah pasti akan dipecat", tegas Dwi Endro Sasongko. (Cha)