Loading...

Kamis, 02 Februari 2017

loading...

BIADAB !!! Suami Paksa Istri Layani Threesome dan Gangbang' Rame-Rame

    Kamis, Februari 02, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi)

SURABAYA- JATIM, SriwijayaAktual.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya terpaska menggiring Wahyuni (33) dan Choiron (38), pasangan suami istri (pasutri) kos di Jalan Demak, Surabaya.

Karena, istrinya pada hari Senin tanggal 30 Januari 2017, sekira jam 17.00 WIB, dipaksa untuk melayani nafsu empat orang alias Gangbang di Hotel Biru Jalan Mastrip, Kedurus, Surabaya. "Tersangka (suami korban) sudah menjual istrinya sebanyak lima kali," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Rabu (1/2/2017).

Awal aksi bejat sang suami, terjadi pada awal bulan Januari 2017. Dimana korban diminta untuk berhubungan badan sama Sugianto (30), warga Dusun Bakung Kecamatan Balingbendo, Sidoarjo. Ironisnya, dari perbuatan itu, tersangka tidak mematok tarif untuk sekali kencan. Hal ini karena Sugianto sudah turut mencarikan tamu.
"Hubungan badan menyimpang ini kerap dilakukan dua kali di kos-kosannya," papar Shinto.

Apalagi saat Sugianto melakukan hubungan sama korban, Choiron juga ikut alias threesome. Selain itu, Sugianto merupakan pelanggan pertama sehingga dikenakan tarif Rp 50 ribu. Dari sinilah keduanya saling berhubungan untuk memasarkan korban melalui media sosial facebook ke dalam grup "Swingers Indonesia".

Tetapi, suaminya meminta istrinya agar mengirimkan foto ke Sugianto agar bisa dipasang di tampilan facebook. Di grup itu disebutkan, kalau korban bersedia melayani threesome dan gangbang sembari memampangkan nomor hp.

Sampai akhirnya pertengahan Januari 2017, pasangan suami istri itu mendapat tamu laki-laki yang memesan kepada Sugianto untuk melakukan hubungan seks secara bersama-sama (Gangbang). Kemudian, Sugianto dan tamu laki-laki untuk menentukan tempat serta tarif melalui aplikasi BBM.  "Untuk melakukan aktivitas seksual gangbang, tarif yang dipasang sekitar Rp 500 ribu," terangnya.

Tetapi, awalnya tersangka meminta tamu untuk melakukan pembayaran senilai Rp 200 ribu. Kemudian Rp 300 ribu diberikan pasca selesainya permainan. Sedangkan hasil pemeriksaan terhadap Choiron, aktivitas menyimpang ini dianggap suatu kebahagiaan. "Istri saya hyper seks, jadi kalau melakukan hubungan badan secara beramai-ramai merasa puas," alibi Choiron, bapak anak satu ini.

Mendengar komentar suami seperti itu, Wahyuni mengelak. Bahkan, korban mengatakan apa yang dilakukan atas paksaan suaminya. "Saya diminta untuk bekerja, karena tidak mempunyai keahlian, akhirnya disuruh melayani hubungan ini," terang Wahyuni sambil menangis. [kun/Beritajatim]


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...