Loading...

Senin, 20 Februari 2017

loading...

Ekspor Karet di Sumsel Capai Rp 27 Triliun/Tahun

    Senin, Februari 20, 2017   No comments

Loading...
Menyadap Karet (Ist/Net)
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com - Ekspor Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) khususnya komoditi non migas, tetap didominasi komoditi karet atau crum rubber. “Ekspor Sumatra Selatan setiap tahun didominasi ekspor komiditi karet yang nilai ekspornya setiap tahun mencapai Rp 27 triliun,” kata Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Permana, Ahad (19/2/216),  seperti dilansir laman republika.co.id.

Permana menjelaskan, ekspor Sumsel untuk komoditi non migas selain didominasi ekspor karet setengah jadi. Kemudian disusul komoditi batu bara dan minyak kelapa sawit fraksinya. Kemudian komoditi lain yang ekspor dari Sumsel adalah kopi, teh, udang dan produk kayu.

Ekspor karet setengah jadi dari Sumsel ditujukan ke negara Amerika Serikat dan negara lainnya. Menurut Permana, ekspor ke Amerika Serikat tidak akan terhambat oleh kebijakan Presiden AS yang baru Donald Trump. “Kalau mereka memperketat ekspor termasuk ekspor karet setengah jadi yang rugi mereka karena  industri ban mereka akan kekurangan bahan baku,” ujarnya.

Berdasarkan data dari BPS Sumsel, pada akhir Januari 2017 tercatat total ekspor sejak Januari-November 2016 mencapai 1.769,5 juta dolar AS. Nilai ekspor non migas sebesar 188,214,74 juta dolar AS.

Menjelang akhir tahun 2016 menurut Permana hasil ekspor komoditi nonmigas Sumsel mengalami peningkatan sebesar 12,08 juta dolar AS dari nilai ekspor bulan Oktober 2016. “Penyebab utama meningkatnya ekspor nonmigas Nopember 2016 adalah meningkatnya ekspor komoditi andalan batu bara serta minyak kelapa sawit dan fraksinya meskipun hasil ekspor komoditi andalan lainnya  mengalami penurunan,” katanya.

Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari-Nopember 2016 masih didominasi oleh komoditi karet yang mencapai nilai sebesar 1.157,47 juta dolar AS, diikuti oleh batu bara sebesar 180,27 juta juta dolar AS, minyak kelapa sawit dan fraksinya sebesar 104,63 juta juta dolar AS, dan kayu/produk kayu sebesar 72,63 juta dolar AS.

Mengantisipasi kebijakan ekonomi luar negeri Amerika Serikat yang akan memperketat ekspor yang masuk ke negara adidaya tersebut disikapi serius oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. “Melalui Dinas Perdagangan Sumsel akan mencarikan alternatif negara tujuan ekspor,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Permana,  memprediksi ekspor Sumsel akan mengalami penurunan hingga 10 persen terutama ekspor batu bara. “Kebijakan ini akan mempengaruhi perdagangan luar negari Sumsel, terutama batu-bara yang diprediksi bisa turun lima hingga sepuluh persen,’ Tandasnya. (*)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...