Loading...

Jumat, 10 Februari 2017

loading...

Heboh..!!! Beredar Nama-Nama Anggota DPR Periode 2009-2014 Diduga Penerima Fee E-KTP, Termasuk ‘Ahok’

    Jumat, Februari 10, 2017   No comments

Loading...


JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Publik jagad maya khususnya WhastApp pada hari ini Jumat 10 Februari 2017 dihebohkan dengan beredar nama-nama anggota DPR-RI yang diduga penerima dana milyaran rupiah dari Fee E KTP.

Dari sekian puluan nama-nama anggota DPR-RI yang beredar itu tertera juga nama Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Saat itu Ahok masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Periode 2009-201.

"Tertera juga nama Menkumham Yasona Laoly, Gub Jateng dan Gubernur Sulut dari Fraksi Partai PDI Perjuangan Periode 2019-2014.

Berikut nama-nama yang beredar di WatsApp Grop yang diduga berasal dari BAP Tersangka Irman, mantan dirjen Disdukcapil Departemen Dalam Negeri (Depdagri):

Fraksi Partai Demokrat.
1. Taufik Effendi
2. Abdul Wahab Dalimunte
3. Mayjen TNI (Purn) Ignatius Moelyono
3. H Djufri
4. Amrun Daulay.
Fraksi Partai Golkar.
1. Burhanuddin Napitupulu
2. Basuki Tjahaya Purnama
3. Tubagus Iman Ariyadi
4. Nurul Arifin
5. Agun Gunanjar Sudarsa
6. Taufiq Hidayat
7. Mustokoweni Murdi
8. Nurokhmah Ahmad
9. Hidayat Mus
10. H Murad U Nasir
11. Paskalis Kossay
12. Setya Novanto.
Fraksi PDIP.
1. Ganjar Pranowo
2. Alexander Litaay
3. Yassona H. Laoly
4. Eddy Mihati
5. Arif Wibowo
6. Budiman Sudjatmiko
7. Rahadi Zakaria
8. Irvansyah
9. Yasonna Laoly.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.
1. Agus Purnomo
2. H M Gamari Sutrisn.
Fraksi Partai Amanat Nasional.
1. Teguh Juwarno
2. H Rusli Ridwan
3. Sukiman
4. Wa Ode Nurhayati.
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
1. Nu’man Abdul Hakim
2. HM Izzul Islam
3. Aw Thalib.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
1. Ida Fauziyah
2. Masitah
3. Abdul Malik Haramain.
Fraksi Partai Gerindra.
1. Harun Al-Rasjid
2. Mestariani Habie.
Fraksi Partai Hanura.
1. Djamal Azis
2. Akbar Faisal.

Sebelumnya diberitakan pada hari Jumat 3 Februari dan Rabu 8 Februari 2017, Menkumham Yasonna Laoly di panggil KPK untuk di mintai keterangan kaitan dengan dugaan ada aliran dana yang mengalir juga kepada dirinya, namun panggilan pertama dan kedua tersebut Yasonna Berhalangan hadir.

“Panggilan hari ini Rabu, (8/2/2017) merupakan panggilan kedua dari penyidik kepada Yasonna. Pada panggilan pertama hari Jumat (3/2/2017), Yasonna tidak memenuhi panggilan KPK dengan alasan harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden,” ujar juru bicara KPK Febriansyah, Rabu (8/2/2017). (asp.abadikini).


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...