Loading...

Selasa, 07 Februari 2017

loading...

Indonesia Perkuat Kerjasama Ekonomi Dengan Mesir

    Selasa, Februari 07, 2017   No comments

Loading...
Menlu Retno Marsudi bersama Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Y.M Sahar Nasr

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dengan Mesir, menyusul peningkatan diplomasi ekonomi ke kawasan Afrika yang menjadi prioritas pada 2017. 

"Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia dan Mesir sepakat segera aktifkan kembali mekanisme bilateral komisi bersama tingkat Menteri  yang terkahir terlaksana tahun 2007," kata Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kerjasama Internasional Mesir, Sahar Nasr di Kairo, Mesir, seperti dilansir laman resmi  Kementerian Luar Negeri, Selasa (6/2/2017). 

Saat ini, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Mesir untuk Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 1,23 Miliar. Ekspor utama Indonesia ke Mesir antara lain minyak kelapa sawit, produk ban, benang, kopi, dan spare part otomotif. Sedangkan investasi Indonesia di Mesir sampai dengan 2016 mencapai sekitar US$ 50 juta. 

Retno dalam itu secara khusus meminta agar akses pasar bagi produk Indonesia di Mesir dibuka secara lebih luas, karena tarif impor berbagai produk Indonesia masih cukup tinggi. 
"Kita harus mencari mekanimse bilateral yang dapat menurunkan tarif bagi produk Indonesia di Mesir," ujar Menlu. 

Dalam kaitan ini, Sahar Nasr menyambut baik langkah Indonesia yang telah mengidentifikasi besarnya potensi Afrika saat ini. Sahar pun sepakat untuk bekerja sama mendukung langkah Indonesia meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Afrika, termasuk Mesir. 


Dia juga menyampaikan berbagai kesamaan kepentingan di bidang ekonomi antara Mesir dan Indonesia, seperti perhatian terhadap UKM.   
"Peran UKM di perkonomian kedua negara sangat penting, yang harus kita dorong agar mereka dapat manfaatkan berbagai peluang yang ada," ujar Retno. 

Sebagai persiapan pelaksanaan komisi bersama, kedua menteri menugaskan para Dirjen untuk lakukan konsultasi bilateral pada April 2017, guna mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan teknis dibidang ekonomi. Hasil dari pertemuan tersebut  akan menjadi dasar kesepakatan untuk intensifikasi kerja sama ekonomi kedua negara khususnya dibidang perdagangan. (RN)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...