Loading...

Kamis, 02 Februari 2017

loading...

Investasi Eropa ke Indonesia Sudah Capai US$ 13 Miliar

    Kamis, Februari 02, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya meningkatkan aliran dana penanaman modal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi salah satunya dari eropa yang dalam lima tahun terakhir mencapai US$ 13 miliar atau setara Rp 173 triliun. 

"Dalam lima tahun terakhir investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia sebesar 46% berlokasi di Pulau Jawa. Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dalam sebuah Rapat terbatas (Ratas) 2017, arah pemerintah jelas mendorong pemerataan pembangunan. Jadi BKPM akan mengarahkan investasi yang dilakukan juga dapat menjangkau daerah-daerah investasi di luar Pulau Jawa," kata Kepala BKPM Thomas Lembong dalam acara "Eurocham Investment Outlook 2017" di BKPM Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Saat ini eropa memang menjadi negara yang paling banyak menanamkan investasinya di Indonesia. Investasi dari eropa itu mayoritas dari Pulau Jawa dan berasal dari lima negara besar eropa yakni, Belanda, Inggris, Prancis, Luxemburg, dan Jerman. 

Menurut Thomas, beberapa perusahaan eropa ternama yang menanamkan modalnya di Indonesia di antaranya berasal dari sektor otomotif, telekomunikasi, energi dan mineral, aviasi, serta komponen otomotif.
"Ke depan kami berharap akan semakin banyak perusahaan-perusahaan raksasa eropa yang masuk ke Indonesia. Kalau bisa di luar Pulau Jawa lebih bagus," papar Thomas, dikutip dari rimanews.

Berdasar pada sektor, nilai investasi yang masuk dari eropa pada tahun 2012-2016 tersebut disumbang oleh sektor kimia dasar dan farmasi dengan porsi mencapai 26%, diikuti oleh sektor pertambangan sebesar 20%, dan pergudangan dan telekomunikasi mencapai 15%. 

Thomas juga menyinggung berbagai situasi serta setting ekonomi politik global yang turut mempengaruhi outlook investasi serta pencapaian target investasi 2017. Beberapa faktor yang diperkirakan akan turut mempengaruhi adalah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, Brexit, pemilihan umum yang terjadi di beberapa negara Eropa, impeachment (pemakzulan) presiden di Korea Selatan, perlambatan ekonomi Cina, serta harga komoditas yang masih menjadi variabel yang sangat berpengaruh. 

"Ada beberapa faktor prioritas yang menjadi fokus pemerintah seperti pembangunan sarana penunjang bagi pariwisata, serta infrastruktur maupun sektor industri terkait dan sektor maritim," jelas Thomas (*)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...