Loading...

Jumat, 17 Februari 2017

loading...

Pilgub Sumsel 2018: Penantang Baru atau Pemain Lama, “Memilih Mereka Yang Layak Dipilih”

    Jumat, Februari 17, 2017   No comments



SriwijayaAktual.com - Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) masih tersisa sekitar satu  tahun an lagi, yakni Pilgub Sumsel 2018. Namun, genderang politik lima tahunan itu pelan-pelan mulai ditabuh.

Samar-samar terdengar, girilya politik masing-masing kandidat baik penantang baru atau pemain lama mulai bermunculan, kasak-kusuk membentuk jaringan pemenangan, tim relawan hingga ke pelosok-pelosok.

Di lain sisi, para kandidat terus menjajaki kemungkinan untuk mengocok pasangan. Pasangan diarahkan agar tidak segaris satu sama lain, baik dari sisi geopolitik, pijakan basis, hingga pada persoalan dikotomi sipil dan non sipil.

Pemetaan secara geopolitik ini memang seolah menjadi keharusan dalam tiap pertarungan Pilgub. Sebab fakta menunjukkan, sejak pemilihan gubernur secara langsung diterapkan, isu kedaerahan, bahkan kesukuan menjadi topik yang paling seksi di mata pemilih.

Sebagai contoh, misal, kandidat yang berasal dari suku jawa  dianggap mampu mewakili aspirasi para pemilih suku jawa yang ada di Provinsi Sumsel, Begitupun sebaliknya suku pribumi Sumsel dapat mewakili aspirasi suku atau adat istiadat suku pribumi yang ada di Sumsel.

Inilah problem utama yang dihadapi kandidat dalam menentukan siapa pasangannya ke depan. Terlepas dari banyak faktor lain yang juga ikut menentukan dalam menetapkan pasangan kandidat.
Karena itu, tidaklah mengherankan jika samar-samar terdengar beberapa skenario pasangan yang didasarkan pada faktor kedaerahan, mulai mengemuka.

Pendek kata, para bakal calon gubernur diam-diam mulai menaksir siapa yang layak untuk menjadi pasangannya. Beberapa konsultan politik bahkan tampak mulai ada yang berani membuat spekukasi soal siapa saja pasangan yang ideal untuk  bakal maju di Pilgub Sumsel 2018 mendatang.

Pilgub Sumsel  2018 adalah momentum untuk memilih pemimpin bukanlah penguasa. Jangan sampai ego kepemimpinan dan nafsu akan jabatan memunculkan kewenangan ‘tanpa batas’. 

Masyarakat Sumsel  kini harus mengedepankan rasionalitas dalam memilih pemimpin serta tidak tersandera dengan jual-beli suara, atau intimidasi maupun intervensi tertentu. Memilih yang layak dipilih dan memanfaatkan hak demokrasi yang dimilikinya dengan penuh kesadaran.

Mereka adalah pasangan lima tahunan yang akan mengemban tugas memimpin Sumsel. Menjaga adat dan budaya Sumsel, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel, membangun simbol kebanggaan Sumsel  dan menjaga eksistensi keberagaman Agama dan Budaya.

Siapapun tokoh yang mampu mewujudkan hal tersebut setidaknya harus  dapat memaparkan konsep dan program nyata serta bukti imlementasinya adalah mereka pasangan  yang layak kita pilih pada Pilgub Sumsel 2018 kedepan.

Yan Hariranto SP.d
Oleh, Penulis:  Yan Hariranto SP.d

Riwayat Organisasi:
-         -Ketua GARDA API Sumsel.
-        -Wakil Ketua Seknas Jokowi Sumsel.
-        -Wakil Ketua LP2I Tipikor (Lembaga Pencegahan, Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi) Sumsel.
-        -Wakil Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Sumsel.
-        -Ketua GWI ( Gabungan Wartawan Indonesia) Sumsel.
-         -Ketua GNPK (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi) Kabupaten Banyuasin.
-         -LBH GARDA API, LBH Advokat Bersama, LBH GWI.

3 M “MEMBANTU-MELAYANI-MASYARAKAT”


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...