Loading...

Minggu, 05 Februari 2017

loading...

Sikap Tegas KAHMI !!! Pertahankan Pancasila Sebagai Ideologi Dasar Negara

    Minggu, Februari 05, 2017   No comments

Loading...
Akbar Tanjung, Mahfud MD dan anggota KAHMI melakukan jalan sehat Napak Tilas Perjuangan HMI. (Foto: Febriyanto)

YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com - Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sangat banyak dan kompleks. Hal tersebut tidak cukup cuma dipikirkan. Tapi sesegera mungkin dikerjakan agar cepat terselesaikan.

"Karena itu Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indoensia (KAHMI) dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) memiliki tanggungjawab ikut ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Selama ini sudah terbukti HMI dan KAHMI sudah berkontribusi dengan kristalisasi hidup bernegara memajukan bangsa dan agama," tegas Ketua KAHMI Prof Mahfud MD saat memberikan orasi dalam Napak Tilas Perjuangan HMI memperingati Dies Natalis ke-70 HMI di Museum Benteng Vredeburg DIY-Yogyakarta, Minggu (5/2/2017).

Prof Mahfud menambahkan, belakangan banyak kalangan yang mengindikasikan lahirnya gerakan radikal dan intoleran. Akan tetapi ia menegaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara masih kokoh. Tidak ada yang bisa menggoyahkan Pancasila. Bahkan KAHMI dan HMI memiliki sikap tegas mempertahankan Pancasila dan tidak pernah melakukan sikap diskriminatif karena bangsa Indonesia didirikan berdasar Bhinneka Tunggal Ika.

"Justru masalahnya saat ini karena banyaknya ketidakadilan. Kalau negara ini ingin baik tidak usah mencari kambing hitam. Tegakkan keadilan. Keluarkan kebijakan ekonomi yang mampu meratakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Indonesia," tukasnya.

Sementara tokoh senior HMI Ir Akbar Tanjung mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kontemplasi karena HMI kembali ke pusat kelahirannya. Melalui HMI yang lahir di Yogyakarta pada 5 Februari 1947, banyak tokoh yang dimunculkan organisasi tersebut menjadi pemimpin kebangsaan dan keindonesiaan.

"Selain bergerak di kebangsaan, HMI juga ingin menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmata lil alamin. Islam yang moderat dan memiliki orientasi kemajuan. Islam yang toleran dan menghormati kemajemukan," tegas Akbar.

Bahkan KAHMI dan HMI terus berupaya mewujudkan Indonesia yang selama ini dicita-citakan sesuai terkandung Pembukaan UUD 1945.

Rangkaian Napak Tilas Perjuangan HMI tersebut diawali dengan jalan sehat melewati sejumlah ruas jalan yang bersejarah dalam kelahiran HMI. Seperti halnya Alun-alun Utara sebagai markas Laskar Ampera Aris Margono yang dikomandani anggota HMI Pamudya Lubis, Pertigaan Alun-alun dan Jalan Yudonegaran (Ibu Ruswo) yang menjadi tempat berdarah akibat hadangan HMI dibantu umat Islam pada Belanda.  

Selain itu juga Jalan Secodiningratan tempat gedung Sekolah Tinggi Islam (STI) markas berdirinya HMI, Jalan KH Ahmad Dahlan yang di seberang Hotel Yogya Kembali ada tulisan No 6 dengan ruang berukuran 3x6 meter sebagai sekretariat pertama HMI. Juga melewati persimpangan Jalan KH Ahmad Dahlan sebagai tempat berdarah karena anggota HMI diserang PKI dan CGMI dibantu oknum KKO serta Jalan Dagen No 16 yang sejak 1967 menjadi sekretariat HMI Cabang Yogyakarta pertama. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai penjuru nusantara. (R-7/KRjogja)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...