Loading...

Rabu, 22 Februari 2017

loading...

terkait Kasus Antasari, Politisi Demokrat ini, Ingatkan Kapolri Jangan 'Bermain Api'

    Rabu, Februari 22, 2017   No comments

Dok: Benny K Harman

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar mengusut tuntas kasus pembunuhan Bos PT Putra Rajawali Banjaran,  Nasrudin Zulkarnaen yang mengakibatkan mantan ketua KPK Antasari Azhar menjalani hukuman tujuh tahun, enam bulan penjara. 

"Kami desak kapolri menunjukkan netralitas dan tidak ada permainan kaitan Antasari Azhar ke Mabes Polri. Jangan bermain api. Jangan munafik, jangan munafik," kata Benny Benny saat rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/2/2017). 

Kepada wartawan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta 14 Februari 2017 kemarin,  Antasari menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merupakan otak dibalik kriminalisasi terhadap dirinya dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen tahun 2009. SBY marah karena Antasari menolak permintaan Cikeas untuk tidak menahan besan SBY, Aulia Pohan yang tersangkut kasus korupsi aliran dana Bank Indonesia. Penolakan Antasari disampaikan melalui utusan SBY, yakni Hary Tanoe, yang kini menjadi Ketua Umum Partai perindo. Namun, SBY telah membantah semua tudingan Antasari. 

Menurut Benny, Antasari justru difasilitasi oleh Mabes Polri untuk merusak kewibawaan dan citra presiden ke-6 RI itu. "Kebetulan putranya menjadi salah satu paslon gubernur DKI Jakarta. Kejam. Politik kejam. Tapi lebih kejam lagi institusi kepolisian yang saudara pimpin," kata Benny kepada Tito. 


Wakil Ketua Komisi III DPR itu juga mengindikasikan kuat Polri digunakan oleh kekuasaan dan ikut berpolitik praktis. Contohnya, saat sekelompok mahasiswa berunjuk rasa ke kediaman SBY di Mega Kuningan, 6 Februari 2017  lalu. 

"Mungkin saudara Kapolda membiarkan kelompok masyarakat mengatasnamakan mahasiswa menggeruduk rumah pribadi presiden Indonesia keenam. Tujuan jelas sama. Keberpihakan secara halus. Ada invisible kekuasaan yang bermain di situ," pungkasnya  Benny. (*) 


Sumber, rimanews
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...