Loading...

Jumat, 24 Februari 2017

loading...

Walaupun Masih Sepi Pelanggan, Putaran Uang 'Bisnis Lendir' di Sunan Kuning ini Capai Ratusan Juta/Malam

    Jumat, Februari 24, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi)
SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Ketika Kementerian Sosial (Kemensos) begitu getol ingin menutup Resos Argorejo, kawasan Sunan Kuning, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ternyata ada sejumlah fakta mengejutkan dibalik geliat bisnis di tempat tersebut. Salah satunya, bisnis lendir Sunan Kuning mampu menghasilkan perputaran uang sampai Rp 350 juta hanya dalam waktu semalam.

Ketua Resos Argorejo, Suwandi Eko Putranto mengatakan meski kondisi lokalisasinya kini masih sepi pelanggan, tapi hal itu tak serta-merta menghentikan laju perekonomian setempat. Tempat-tempat karaoke dan panti pijat masih jadi primadona bagi lelaki hidung belang di Semarang.

“Jumlah tamunya paling sedikit 50 orang semalam. Padahal, tiap masuk tarifnya lebih dari 200 ribu, ya perputaran uangnya semalam ada sekitar Rp 350 juta,” ungkap pria bertubuh gempal ini saat dikonfirmasi, dikutip dari laman metrosemarang, Jumat (24/2/2017). Itu belum termasuk pendapatan dari hasil berjualan miras.
Komplek Lokalisasi Sunan Kuning (Ist)

Tak heran, kata Suwandi dengan penghasilan menggiurkan tersebut banyak pelaku usaha yang menentang keinginan Kemensos untuk menutup Sunan Kuning. Pengelola wisma, menurutnya belum berani beralih usaha. Mereka masih terpaku pada jasa hiburan karaoke, panti pijat dan penyewaan kamar yang notabene menghasilkan pundi-pundi uang berlimpah.

Sunan Kuning saat ini dihuni 488 pekerja seks berbagai usia. Di situ, terdapat 177 wisma di mana tiap wisma biasanya dihuni 3-5 pekerja seks.

“Kita selama ini mampu menekan penularan penyakit kelamin sampai pada titik 12,5 persen sehingga kita jadi pilot project terbaik di Indonesia. Lagipula anak asuh yang menabung baru 60 persen. Jumlah uang yang terkumpul sekarang mencapai ratusan juta,” terangnya sembari menghela napas dalam-dalam.
Para penghuni Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning saat mengikuti pelatihan keterampilan oleh Dinsos di balai Kelurahan Kalibanteng Kulon, Senin (20/2).

Sementara untuk mempersiapkan penutupan, petugas Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus menggencarkan pembinaan terhadap para pekerja seks setempat

Di kantor Kelurahan Kalibanteng Kulon, sejumlah pekerja seks mendatangi acara pelatihan tata boga dan salon kecantikan. Keterampilan itu jadi syarat mutlak agar pekerja seks Sunan Kuning mentas dari lembah hitam.

“Saya belum bisa keluar dari sini Mas, karena modal saya belum cukup untuk buka usaha di kampung,” aku Indah, seorang pekerja seks setempat.

Sedangkan Suwandi menambahkan keterampilan merupakan bekal penting untuk mempersiapkan pekerja seks hidup normal ditengah masyarakat.

“Kita akan mmeberikan pembekalan bagi 488 orang. Itu sesuai tiga program yang kita jalankan selama ini yakni peningkatan kesehatan, pengamanan dan pengentasan,” tutupnya. (*)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...