Loading...

Minggu, 26 Maret 2017

loading...

Gabungan Intelijen Fokus Petakan Sengkarut Transportasi Online dan Konvensional

    Minggu, Maret 26, 2017   No comments

Loading...
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi berfoto bersama dengan ratusan pengemudi online dan konvensional di Semarang

SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Gabungan intelijen di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)  turun tangan untuk memetakan sengkarut atau carut marutnya persaingan transportasi online dan konvensional. Hal itu untuk mencari solusi dan mengantisipasi agar kemungkinan terjadinya gesekan antara operator transportasi online dan konvensional ini biasa dihindari.

Rapat koordinasi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) yang digelar di Kantor Kesbangpol Kota Semarang, Kamis (23/3/2017) kemarin, diikuti perwakilan dari berbagai unsur. Di antaranya Imigrasi, Kodam IV Diponegoro, Kodim 0733 BS/Semarang, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN), Polrestabes Semarang, Dishub Kota Semarang, dan Kesbangpol Kota Semarang.

Pertemuan tersebut menyikapi permasalahan transportasi konvensional dan transportasi online di Kota Semarang. Termasuk memetakan titik-titik mana saja yang dianggap rawan terjadi bentrok antara para sopir transportasi konvensional dan transportasi online.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang Isdiyanto menyatakan perlu sinergi penanganan sejak dini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Fenomena konflik antar operator tranaportasi konvensional dan transportasi online ini memang bukan menjadi rahasia lagi. “Misalnya kejadian di Bogor dapat memicu kejadian yang sama di Kota Semarang. Itu harus bisa diantisipasi,” kata Isdiyanto, dikutip beritajateng.net

Maka menurutnya, diperlukan penataan dan titik-titik transportasi, baik transportasi konvensional dan transportasi online. Sehingga hal itu bisa memermudah langkah-langkah penanganan apabila terjadi hal tidak diinginkan. Selain itu, butuh sinergi untuk mewaspadai hal tersebut hingga di tingkat kecamatan. “Hal ini untuk mengantisipasi adanya oknum penimbul situasi yang dapat memicu terjadinya bentrok,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang mengatakan gejala kejadian kisruh taksi konvensional dengan transportasi angkot online sudah terasa sejak tahun 2016 lalu.  “Dari 2016, konvensional menginginkan pihak Polri dan Dishub menggelar razia dengan alasan transportasi online belum memiliki izin,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, hal itu belum bisa dilaksanakan karena terbentur aturan nasional. Namun saat ini akan segera dilakukan penataan setelah adanya revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 yang akan diteken April mendatang. “Peraturan menteri ini intinya agar semua pihak menjaga kondusivitas di Kota Semarang. Dishub Jateng juga sudah sosialisasikan tentang Permen terkait peraturan tentang taksi online dan akan membuat tim penanganan masalah angkutan terkait perizinan, tarif dan kuota operasional,” terangnya.

AKP Sugiono perwakilan dari Polrestabes Semarang berharap agar bisa ditentukan batas area transportasi konvensional dan transportasi online. Termasuk pemetaan para pekerja transportasi konvensional dan transportasi online, mengatur perlengkapan dan alat yang digunakan. “Diharapkan Dishub bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam melaksanakan penanganan di lapangan,” katanya.

Senada, Mayor Inf Arif dari Kodim 0733 BS/Semarang, meminta agar Dishub Kota Semarang melakukan pendataan jumlah transportasi online di Kota Semarang. Termasuk titik-titik pangkalan transportasi online. Hal ini agar memudahkan dalam melaksanakan pengawasan. “Apabila terjadi penonjolan situasi akan lebih mudah mengatasinya. Termasuk mengetahui siapa ketua organisasi transportasi online,” ungkap dia. (*)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...