Loading...

Jumat, 17 Maret 2017

loading...

Hebat!, Klaim Dapat Hentikan Lumpur 'Lapindo', Ini Orang Surati Jokowi

    Jumat, Maret 17, 2017   No comments

Loading...
Dok: Lumpur Lapindo
SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com - Penemu teori Bernoulli untuk penghentian lumpur Lapindo di Sidoarjo, Ir Djaja Laksana mengirimkan surat kepada Presiden RI Jokowi. Surat itu berisi proposal penghentian lumpur dan permintaan presentasi di depan presiden.

"Surat permintaan presentasi dan proposal penghentian lumpur sudah saya serahkan di Kantor Kementerian Sekretariat Negara RI pada 16 Maret 2017 kemarin," kata Djaja Laksana kepada wartawan di kediamannya, Jumat (17/3/2017).

Menurut Djaja, solusi penghentian lumpur ini mengemuka kembali pasca Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dibubarkan oleh Presiden Jokowi dan diganti Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (PPLS) di bawah Kementerian PUPR.
Ir Djaja Laksana
"Saya tetap mengarah pada solusi menghentikan lumpur. Ini karena kalau tidak dihentikan, area terdampak akan makin meluas dan saya khawatir seperti bom waktu jika amblesan terjadi yang maha dasyat. Tinggal menunggu waktu saja. Segera harus dihentikan dengan model Bendungan Bernoulli," jelasnya.


Dia menegaskan, lumpur harus tetap dihentikan. Ini karena hingga saat ini debit lumpur yang keluar dari pusat semburan sebesar 60 ribu meter kubik per hari.

"Sekarang nggak terasa sudah 11 tahun, masak harus menunggu sampai 25 tahun. Kalau lumpur dibuang ke Kali Porong juga membuat sedimentasi. Pemerintah sebaiknya cepat menghentikan lumpur Sidoarjo. Biaya yang diperlukan diperkirakan sekitar Rp 24,6 triliun," tuturnya.

Tetapi jika pemerintah sudah menyetujui teori Bendungan Bernoulli ini dan diterima Presiden Jokowi untuk presentasi, dirinya akan meminta agar PPLS bisa membantu memberikan data kondisi lumpur terbaru. "Ini untuk memperkirakan biaya sebenarnya untuk menghentikan lumpur," pungkasnya. [*]



Sumber, Beritajatim
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...