Loading...

Sabtu, 11 Maret 2017

loading...

'Jika Terbukti Presiden RI Dapat Ajukan Perkara Pembubaran Parpol ke MK'

    Sabtu, Maret 11, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Paska Sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP menguak beberapa fakta persidangan. Di antaranya soal adanya aliran dana proyek itu yang mengalir ke sejumlah pihak, termasuk partai politik. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irene Putrie menyebutkan terdapat tiga partai yang menerima aliran dana kasus korupsi e-KTP. Akibatnya sempat muncul usulan pembubaran partai politik bagi parpol penerima dana korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Namun untuk membubarkan partai politik, harus melalui Mahkamah Konstitusi atau MK sesuai dengan Pasal 68 UU Nomor 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, menjelaskan, kalau pidana dalam kejahatan korporasi, maka yang dihukum adalah pimpinan korporasi tersebut. Hal yang sama dengan partai politik.
“Sementara partainya sendiri tidak otomatis bubar,” kata Yusril dalam siaran pers, seperti  yang diterima  redaksi dan dilansir  abadikini.com, Jumat (10/3/2017).

Menurut Yusril, yang berwenang memutuskan partai politik bubar atau tidak, bukanlah pengadilan negeri sampai Mahkamah Agung dalam perkara pidana, tapi Mahkamah Konstitusi dalam perkara tersendiri yakni perkara pembubaran partai politik.

Dalam perkara e-KTP, menurut dia, patut ditunggu seperti apa pembukitan dari pelaku yang diduga terlibat itu. Sementara, kalau semua terlibat, termasuk unsur partai politik, maka yang paling bisa mengajukan ke MK untuk pembubaran partai adalah pemerintah, dalam hal ini Presiden.
Sehingga, keputusan pembubaran itu akan diuji ke MK. Itu kalau ada usulan pembubaran partai politik dari Presiden. (*)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...