Loading...

Kamis, 23 Maret 2017

loading...

Kabupaten Bengkulu Selatan dan Seluma berebut 12 Desa

    Kamis, Maret 23, 2017   No comments

Dok. Patok Perbatasan

SELUMA-BENGKULU, SriwijayaAktual.com - Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, terlibat konflik tapal batas, karena, 12 desa di Kabupaten Seluma terancam diambil Kabupaten Bengkulu Selatan. 

Surat penetapan batas antara dua Kabupaten tersebut yang baru disepakati tidak mengacu tapal batas lama sesuai Undang Undang nomor 3 Tahun 2003 tentang pembentukan kabupaten Mukomuko, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kaur.

Anggota DPRD Seluma, Okti Fitriani mengatakan, secara fisik, tapal batas wilayah di dua kecamatan yakni Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras masih jelas, bahwa 12 desa masuk ke wilayah Seluma. 

"Tonggak batas saja masih kokoh berdiri, tidak bergeser satu centimeter pun. Kenapa harus kembali diubah hingga Jembatan Sungai Maras yang jelas-jelas akan mengubah seluruh peta wilayah," kata Okti saat meninjau patok perbatasan. 

Politisi perempuan dari Partai Gerindra ini kaget dengan surat penetapan batas wilayah justru merugikan Kabupaten Seluma.  

Menurutnya, Wakil Bupati Seluma, Suparto, teledor karena menyetujui penetapan batas baru antara kabupaten tersebut.
"Kami pertanyakan apakah betul kapasitas dia hadir dalam rapat penetapan batas di Pemprov Bengkulu waktu itu sudah ditunjuk Bupati atau tidak," kata Okti, seperti dilansir rimanews (23/3/2017)

Sejumlah tokoh masyarakat Seluma yang menjadi saksi sejarah pemasangan tonggak batas tersebut geram mengetahui rencana penggeseran tapal batas di jembatan Sungai Maras. Bila terealisasi maka 12 desa di wilayah Seluma akan ditarik kembali ke kabupaten Bengkulu Selatan. 

Sementara, warga Seluma menolak bergabung dengan Bengkulu Selatan, karena sesuai batas administrasi sejak zaman kewedanan tempo dulu mereka sudah berada di wilayah Seluma.  "Sebelum batas ini ditetapkan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi tahun 2013 lalu, kami warga perbatasan ini kerap berselisih. Kerbau atau sapi saja yang melewati batas wilayah saja banyak yang disembelih karena dianggap mencari makan di luar batas tanah," kata Jemalip, tokoh masyarakat Seluma. 

Menurutnya, bila konflik perbatasan ini tak diselesaikan dikhawatirkan akan terjadi gesekan di antara masyarakat. (*


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...