Loading...

Kamis, 09 Maret 2017

loading...

Kasus Korupsi e-KTP Seret Nama Menteri, Anggota DPR dan Gubernur, Siapa Saja Ya?

    Kamis, Maret 09, 2017   No comments

Loading...
(Ilustrasi/Istimewa)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com -  Dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, sejumlah nama anggota DPR RI, Gubernur hingga menteri disebut ikut menikmati hasil suap proyek e-KTP. 

"Perbuatan terdakwa memperkaya para terdakwa dan memperkaya orang lain yakni Gamawan Fauzi (Mendagri, red), Diah Anggraini, Dradjat Wisnu Setiawan, beserta enam orang anggota panitia pengadaan, Husni Fahmi beserta lima orang anggota tim teknis, Johannes Marliem, Anas Urbaningrum, Marzuki Ali, Olly Dondokambey, Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir, Tamsil Lindrung, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno, Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng Saat Ini)," kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaannya di ruang Kusuma Atmadja, Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, hari ini. 

"Arief Wibowo, Mustoko Weni, Rindoko, Jazuli Juwaeni, Agun Gunandjar Sudarsa, Ignatius Mulyono, Miryam S Haryani, Nu'man Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, Markus Nari, Yasonna Laoly (Menkumham sekarang), dan 37 anggota Komisi II DPR lainnya," lanjutnya. 

Selain itu, terdakwa juga diduga telah ikut mengalirkan duit korupsinya dengan memperkaya sejumlah perusahaan yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Artha Putra, PT Sucofindo, Manajemen Bersama Konsorsium PNRI.
"Yang merugikan keuangan negara Rp 2.314.904.234.275,39 sen," lanjutnya. 

Sementara itu, Ketua DPR RI, Setya Novanto, mantan Sekjen Kemendagri, Dyah Anggraeni dan Ketua Konsorsium Percetakan Negara RI Isnu Edhi Wijaya serta Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Ditjen Dukcapil Kemengdari 2011, Drajat Wisnu Setiawan berperan dalam proses pemenangan tender Proyek e-KTP pada tahun 2011-2013.
"Telah mengarahkan untuk memenangkan perusahaan tertentu yang bertentangan dengan Undang-Undang," kata Irene. 

Jaksa KPK juga menyebutkan bahwa peristiwa tindak pidana korupsi itu terjadi sekitar November sampai Mei 2010. "Bertepatan di kantor Kemendagri, Graha Mas Fatmawati dan Hotel Sultan Gatot Subroto ," lanjut Jaksa KPK. 

Sampai berita ini ditulis, jaksa KPK masih membacakan dakwaan untuk mantan Dirjen Dukcapil, Irman dan mantan PPK Sugiharto.(*)


Sumber, rimanews
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...