Loading...

Rabu, 01 Maret 2017

loading...

'Menteri ESDM Ignatius Jonan itu Seperti Singa'

    Rabu, Maret 01, 2017   No comments

Dok: Menteri ESDM Ignatius Jonan (Jonan)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Indonesia tidak perlu khawatir dengan ancaman PT Freeport Indonesia yang akan melakukan gugatan arbitrase, kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola dan Kelembagaan Akhmad Syakhroza. 

"Jonan itu seperti singa yang berani, kenapa takut. Masa berkorban, hanya untuk suatu wilayah yang menghasilkan cuma Rp 8 triliun," kata Syakhroza, di Jakarta, Rabu (1/3/2017). 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menerbitkan aturan baru yaitu Peraturan Menteri No 1 tahun 2017 yang memuat aturan bahwa perusahaan tambang boleh mengubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) jika belum membangun smelter sebagai syarat hilirisasi namun tetap ingin melakukan ekspor konsentrat. Namun, PT Freeport hingga saat ini belum memenuhi kewajibannya membangun smelter, sehingga pemerintah tidak memberikan izin ekspor konsentrat. Freeport kemudian, menghentikan operasi pertambangan dan melakukan PHK karyawan. Freeport juga telah memberhentikan sejumlah karyawan untuk menekan pemerintah, karena menolak mengubah izin menjadi IUPK. Freeport masih berpatokan pada Kontrak Karya. 


Syakhroza mengatakan, pemerintah optimistis dan siap hadapi gugatan arbitrase dari Freeport.
"Lawyer kami stand by dan berlapis, di samping itu kami punya back up, dan kami yakin 100 persen. Kalau enggak yakin gimana mau berperang," kata Akhmad. 

Menurutnya, pemerintah tidak pernah melarang-larang Freeport mengelola kekayaan alam Indonesia. "Asalkan mau menerima aturan-aturan dan regulasi yang ada di Indonesia," ujarnya. (*)


Sumber, rimanews
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...