Loading...

Selasa, 21 Maret 2017

loading...

Pemerintah Usulkan Sistem Terbuka Terbatas di RUU Pemilu 2019, Apa ya Alasanya?...

    Selasa, Maret 21, 2017   No comments


JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) tengah digarap oleh pemerintah dan DPR, untuk dijadikan landasan dalam pemilu serentak 2019. Direncanakan selesai dibahas dan disahkan pada April 2017.

Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat adalah terkait sistem pemilihan. Dalam draf RUU Pemilu, Pasal 138 ayat (2) dan (3), pemerintah mengusulkan sistem proporsional terbuka-terbatas.

Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bakhtiar mengatakan, sistem terbuka terbatas ini sebagai solusi atas kaderisasi instan calon legislatif berbasis popularitas yang selama ini terjadi.

“Sistem terbuka pasti melemahkan partai politik. Karena tidak perlu melakukan kaderisasi dan hanya mengambil tokoh yang terkenal,” kata Bakhtiar dalam diskusi di Pusat Kajian Strategi Nasional (PPSN), Jakarta, Senin (20/3/2017).

Bakhtiar menjelaskan, sisntem terbuka sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju. Karena menurut dia, sistem terbuka lebih pada pintu masuk bagi politik uang.

“Di luar pemerintahan banyak suara mengatakan sistem terbuka memiliki kelebihan dan tertutup murni justru seperti membeli kucing dalam karung. Maka pemerintah mencari jalan tengah. Sistem yang kita tawarkan adalah sistem pemilu terbuka terbatas,” ujarnya.

Dikatakannya, setelah melalui perdebatan panajang antara pemilihan legislatif terbuka dan tertutup, maka pemerintah akhirnya mengusulkan jalan tengah, yakni sistem terbuka terbatas.

“Maksud dengan sistem terbuka terbatas ini adalah, daftar Caleg tetap dibuka, tetapi nomor urut ditutup dan masyarakat hanya memilih gambar partai saja,” pungkasnaya. (sl.ak)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...