Loading...

Sabtu, 25 Maret 2017

loading...

'Takut Sekali Kalah Dalam Pilkada DKI'

    Sabtu, Maret 25, 2017   No comments

Loading...
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki ruang sidang lanjutan (Dok)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Hujatan serta ancaman pemecatan terhadap Ahmad Ishomuddin dari pengurus MUI tak terlepas dari kepentingan Pilkada DKI, kata pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Humprhey R. Djemat. 

Kepada media,   dia menyebutkan, upaya penggulingan hanya karena Ishomuddin memberikan kesaksian yang meringankan buat Ahok pada sidang lanjutan penistaan agama, Selasa lalu membuktikan, bahwa ada pihak yang tidak dapat menerima perbedaan. "Terlihat sekali kepanikannya. Terlihat sekali rasa kebenciannya dan ketakutan terhadap kebenaran yang dimunculkan," ujarnya, dikutip Rimanews, Sabtu (25/3/2017). 

Setelah memberikan kesaksian sebagai ahli agama yang dihadirkan tim pengacara Ahok, Ishomuddin mengaku diserang banyak pihak. Bahkan belakangan dirinya terancam dipecat dari jabatan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI. 

Serangan terhadapnya tidak hanya melalui media sosial tetapi juga dari berbagai media online, termasuk dari kolega di IAIN Raden Intan Lampung yang membuat pernyataan sikap secara tertulis terkait pernyataannya yang membela Ahok. 

Atas dasar itu, Ishomuddin memberikan klarifikasi melalui akun Facebooknya, dengan tulisan berjudul 'TABAYYUN SETELAH SIDANG KE-15 KASUS PENODAAN AGAMA'. 

Padahal, kata Humprhey, dimunculkannya Ishomuddin sebagai ahli agama dalam sidang sama sekali tidak membawa nama MUI, melainkan sebagai pribadi yang memiliki ilmu agama islam. Dalam persidangan dia menjelaskan tentang kebenaran dalam agama islam, khususnya tentang makna Surat Al Maidah ayat 51. 

"Dia menyampaikan argumentasi yang objektif dan referensi yang kuat, pendapatnya dihormati majelis hakim," terangnya Humprhey. 


Karena itu dia mengaku heran dengan serangan dan ancaman yang menimpa Ahmad  Ishomuddin pasca hadir dalam persidangan untuk memberika keterangan sebagai ahli. Dia menduga, serangan tersebut tak terlepas dari kepentingan Pilkada DKI dengan tujuan memberikan dominasi persepsi kebaikan kepada salah satu pasangan calon. 

"Takut sekali kalah dalam pilkada DKI. Ternyata, kebusukan demi kebusukan terungkap juga akhirnya. Sebenarnya, ini sudah terlihat sejak proses awal persidangan," ungkap Humprhey. (*)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...