Loading...

Kamis, 20 April 2017

loading...

Ahok Hanya Dituntut Hukuman 1 Tahun Penjara Dengan Masa Percobaan 2 Tahun, 'JPU Sampaikan Banyak Permohonan Maaf'

    Kamis, April 20, 2017   No comments

Loading...
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, (Ist).

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menyampaikan banyak permohonan maaf saat membacakan berkas tuntutan buat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada sidang lanjutan perkara penistaan agama, di auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017). 

Di antaranya, Ketua JPU Ali Mukartono meminta maaf secara langsung kepada pegawai Kementerian Pertanian yang selama ini merasa terganggu dengan proses sidang yang digelar di Auditorium setiapse- minggu sekali . 

"Kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar Kementerian Pertanian kami juga memohon maaf dan berterima kasih sebesar-besarnya," ujar Al. 

Sidang ke-20 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Ali mengawal pembacaan berkas tuntutan dengan memeparkan fakta persidangan dari keterangan saksi fakta dan ahli yang dihadirkan.

"Perbuatan terdakwa Ir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagaimana diatur dan diancam dalam pidana pasal 156 KUHP. Berdasarkan fakta-fakta persidangan diperoleh berupa fakta-fakta keterangan saksi dan ahli serta barang bukti," kata Ali membacakan berkas tuntutan.

Dalam perkara ini Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. 


Ahok Dituntut 1 Tahun Penjara
Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun dalam kasus dugaan penodaan agama. Tuntutan tersebut dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Ali Mukartono dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan. "Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini, menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti bersalah menyatakan perasaan kebencian."Katanya. 

Jaksa menganggap Ahok melanggar Pasal 156 KUHP dalam dakwaan alternatif. Hal itu terkait dengan pernyataannya dalam rangka panen ikan kerapu di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, yang mengutip Surat Al Maidah Ayat 51. 

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun," ujar jaksa.

Kalimat Ahok yang dianggap menodai agama yakni “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak-ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa.”

Sidang pembacaan tuntutan berlangsung sekitar 2 jam. Massa yang kontra Ahok, di luar lokasi sidang, melakukan protes menganggap tuntutan terlalu ringan. (rima)
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...