Loading...

Kamis, 06 April 2017

loading...

Apa!? Ditanya Majelis Hakim 'Kawal' e-KTP, Anas Malah Cerita Setya Novanto dan Century

    Kamis, April 06, 2017   No comments

Loading...
Anas Urbaningrum dan Setya Novanto Sebagai Saksi Dalam Sidang Lanjutan Perkara Korupsi e-KTP (Foto: Agung Pambudhy/detik-6/4/2017)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum membantah menerima duit terkait proyek e-KTP. Anas juga mengaku tak pernah ikut membahas 'kawal' anggaran e-KTP di DPR.

"Saya belum pernah ketemu Andi Narogong sejak saya bisa mengenal manusia dan bergaul, saya ingat tidak pernah bertemu dan kenal Andi Narogong. Saya hadir terakhir di DPR saya pada Mei itu paripurna dan saya keluar dari DPR karena terpilih jadi ketua umum partai agar konsen mengurus partai," ujar Anas bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017) seperti dilansir detik.com.

Jawaban ini disampaikan Anas saat ditanya majelis hakim mengenai adanya pertemuan antara bulan Juli-Agustus 2010 dengan Nazaruddin dan Setya Novanto yang saat itu menjabat ketua Fraksi Golkar. Anas menegaskan pada bulan Juni 2010 dirinya sudah berhenti dari keanggotaan DPR.

Hakim juga bertanya soal lobi kawal anggaran e-KTP yang dilakukan Anas. Dalam dakwaan disebut Andi Narogong beberapa kali bertemu Novanto, Anas dan Nazaruddin karena dianggap sebagai representasi Demokrat dan Golkar yang dapat mendorong Komisi II DPR menyetujui anggaran e-KTP. Tapi Anas membantah melakukan lobi-lobi.

Anas justru bicara soal berjibakunya Fraksi Demokrat menggagalkan hak angket Century pada tahun 2009. Konsentrasi di Pansus Century ini dibeberkan Anas untuk menunjukkan fokus fraksinya saat itu bukan e-KTP.

"Jadi ketika saya jadi ketua fraksi itu akhir Oktober 2009 sudah ada angket Bank Century, karena itu adalah hal yang secara politik dianggap penting dan bisa mengganggu produktivitas pemerintahan, maka kami Fraksi Demokrat dipanggil ketua dewan pembina yang saat itu presiden diminta konsentrasi agar usulan angket itu tidak jadi di DPR, dan kami berjibaku lobi sana-sini supaya itu tidak jadi," sambungnya.

Fraksi Demokrat yang dipimpin Anas saat itu diminta ketua Wanbin Demokrat, SBY untuk mengawal pansus Century agar tidak mengganggu pemerintah. Namun Anas disebut kalah ketika Pansus Century memutuskan ada penyimpangan dalam kucuran dana talangan (bailout) Bank Century.

"Saya disebut gagal karena kalah soal angket itu saya itu sebel dengan Novanto karena kalah voting soal pansus itu, itu gambaran gimana konsentrasi kami soal Century itu dan habis pansus pada Maret itu kami konsentrasi untuk kongres," tegas Anas.  


Bantah Terima Duit e-KTP, Anas Minta Dicek CCTV dan Libatkan PPATK
Mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum membantah menerima uang jutaan dolar terkait proyek e-KTP. Dia meminta CCTV di ruang Fraksi Demokrat diperiksa dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dilibatkan.

Hal tersebut disampaikan Anas saat menjadi saksi terdakwa perkara korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017), dikutip detik.com.
Anas Urbaningrum

"Kata saudara Andi kepada saudara terdakwa bahwa saudara Andi akan, 'akan' memberikan, saya tidak tahu akan itu kapan, yang pasti saya tidak pernah menerima. Setidaknya ketika saya jadi Ketum Partai Demokrat tidak menerima," tutur Anas.

"Akan lebih baik karena ini uang yang besar jika PPATK bisa membantu untuk menelusuri kalau misalnya ada uang itu dari mana diambil kapan, dari sebelah mana, diserahkan kapan. Dengan begitu akan lebih jelas," jelasnya.

Nazaruddin pada persidangan sebelumnya menyatakan ada pertemuan antara Andi Narogong dengan Anas di ruang fraksi Demokrat. Bahkan disebutkan ada pembagian uang di ruang Fraksi Demokrat saat Anas menjabat sebagai Ketua Fraksi.

"Mungkin bisa dicek CCTV, karena uang Rp 20 miliar itu jumlahnya besar, entah berapa koper," ungkap Anas. (*) 

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...