Loading...

Rabu, 26 April 2017

loading...

Eks Kepala BPPN Tersangka Baru Skandal Korupsi BLBI, 'KPK Terus Buru Tersangka Yang Lain'

    Rabu, April 26, 2017   No comments

Loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan memastikan penetapan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung sebagai tersangka terkait Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia bukan merupakan tersangka yang terakhir.

Menurutnya, Syafruddin merupakan pintu masuk untuk membongkar kasus yang telah merugikan keuangan negara sebesar total Rp147,7 triliun.  

"(Pengusutan kasus SKL BLBI) Tidak akan berhenti sampai di sini (Penetapan tersangka Syafurdin)," katanya digedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta.

Sebagai informasi Syafruddin ditetapkan sebagai tersangka terkait penerbitan SKL BLBI untuk Sjamsul Nursalim sebagai pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) pada 2004 lalu.

Sebagai Kepala BPPN, diduga Syarifuddin telah menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam penerbitan SKL kepada Syamsul. Akibatnya negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp 3,7 triliun.  


Atas tindak pidana itu, Syarifuddin dijerat melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.  

Basaria menjelaskan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang dikenakan kepada Syafruddin merupakan pintu masuk untuk menjerat pihak lain yang terlibat.
"Sebenarnya kalau sudah ada Pasal 55 itu sudah satu paket," katanya,(26/4/2017), dikutip laman rimanews.

Namun, terkait siapa pihak lain yang bakal dijerat berikutnya, Basaria mengatakan hal itu tergantung proses penyidikan yang dilakukan tim penyidik. Dikatakan, sepanjang diperoleh bukti permulaan yang cukup dalam proses penyidikan kasus ini, KPK akan menjerat pihak-pihak lain yang terlibat. 

"Teknik penyiidkan, nanti ada alat bukti dan waktu yang tepat pasti ada langkah berikutnya. Karena sudah ada Pasal 55," tegasnya. (*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...