Loading...

Kamis, 13 April 2017

loading...

Indonesia Deportasi 38.878 Orang Asing, Jumlah Terbanyak dari Negara China

    Kamis, April 13, 2017   No comments

Loading...
Ronny F. Sompie (Dok)

GRESIK-JATIM, SriwijayaAktual.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM, Ronny F. Sompie menyatakan selama tahun 2016 lembaga yang dipimpinnya telah mendeportasi 38.878 orang asing di Indonesia. Dari total jumlah itu, Provinsi Jawa Timur menempati urutan keempat. Urutan pertama ditempati DKI Jaya, Bali, dan urutan ketiga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), atau Batam.

Data hingga Januari sampai Maret 2017, rata-rata ada 1.800 asing harus meninggalkan Indonesia karena dianggap melakukan overstay (izin tinggal kadaluarsa).

"Jumlah terbanyak orang asing yang dideportasi berasal dari negara China," kata Ronny F. Sompie saat berkunjung ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Kamis (13/4/2017).

Masih menurut Ronny F.Sompie, dari 38.878 orang asing yang dideportasi, ada 7.887 dideportasi karena melakukan tindak pidana, atau melawan penegakan hukum. Sedangkan sisanya, paling banyak karena melanggar overstay karena tidak memperpanjang izin tinggal di Indonesia.

Ronny F.Sompie menambahkan, untuk memudahkan pengawasan terhadap orang asing, lembaganya mengeedepankan aplikasi IT sebagai pelaporan orang asing sekaligus sebagai tindak lanjut melakukan pengawasan secara nasional. Aplikasi yang dimiliki Dirjen Imigrasi yakni apoa.imigrasi.go.id nantinya terhubung dengan sistem manajemen Indonesia. Harapannya, masyarakat yang memiliki hotel, motel maupun penginapan bisa langsung mengakses data orang asing yang menginap.

"Selain mencari data., aplikasi yang kami miliki juga memberikan pelayanan terhadap orang asing," tambahnya, dikutip laman beritajatim.

Diakui Ronny F.Sompie, meski selama ini orang asing yang masuk ke Indonesia sudah melalui bandara dan pelabuhan. Keberadaan aplikasi IT tersebut juga untuk mencocokan orang asing mana yang boleh masuk ke Indonesia, atau sebaliknya membahayakan dan melakukan perbuatan pidana.

"Aplikasi ini bisa diakses oleh pemilik hotel dan penginapan serta perusahaan yang mempekerjakan orang asing," ujarnya. [*]

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...