Loading...

Senin, 03 April 2017

loading...

Mediasi Konflik Perkebunan Gagal, Warga Malang ini Nekat Jalan Kaki Temui Presiden RI Jokowi di Istana Negara

    Senin, April 03, 2017   No comments

Warga Malang yang jalan kaki untuk menemui Presdien Jokowi di istana negara

MALANG-JATIM, SriwijayaAktual.com - Konflik terkait perkebunan di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim)  kembali mengemuka. Gagal mediasi dengan pihak PTPN XII Pancursari, sejumlah warga bersama Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, nekat berjalan kaki untuk menemui Presiden  RI Jokowi di Istana Negara.

Keputusan itu diambil setelah Kades dan warga merasa dirugikan dan tak membuahkan hasil dalam beberapa kali mediasi terkait kerjasama lahan perkebunan. Uniknya, aksi jalan kaki warga ke Istana Negara ini sempat dicegah sejumlah Muspika di Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. Pada saat rombongan warga sudah berjalan cukup jauh hingga puluhan kilometer, rombongan warga pun dihentikan. Mereka dijanjikan akan segera dipertemukan dengan pihak terkait membahas permasalahan kebun.

Agus Harianto, Camat Sumbermanjing Wetan, Minggu (2/4/2017) menuturkan, persoalan Kerjasama Usaha (KSU) antara Ari Ismanto selaku Kepala Desa Tegalrejo dengan pihak PTPN XII Kebun Pancursari, sempat dilakukan mediasi di Kantor Kecamatan setempat pada Selasa (28/3/2017). Namun upaya mediasi gagal. Berdasarkan surat Kades Tegalrejo Nomor:95/35.07.04.2002/2017, aksi jalan kaki warga ini terkait permasalahan sewa menyewa lahan milik PTPN XII Kebun Pancursari.

Selanjutnya berdasarkan surat PTPN XII Kebun Pancursari Nomor:005/113/35.07/04/III/2017 tanggal 28 Maret 2017, kedua belah pihak yang berkepentingan sama-sama tidak hadir atau diwakilkan saja. Karena tidak ada titik temu, sejumlah warga dan Kades pun memutuskan jalan kaki ke Jakarta.

"Yang pasti mereka akan bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo terkait permasalahan sewa menyewa lahan dengan PTPN XII Kebun Pancursari. Permasalahan ini sudah saya laporkan langsung kepada Bapak Bupati Malang," tegas Agus.

Ia membeberkan, ada 9 orang warga yang kini sudah berjalan kaki menuju ke Jakarta. Namun seorang warga atas nama Eko Cahyono, dikabarkan mengurungkan niatnya atau kembali karena memperoleh kabar jika anaknya sakit. Selama warga dan Kades jalan kaki ke Jakarta, pelayanan di Desa Tegalrejo bagi masyarakat sejauh ini tidak terganggu. "Soal pelayanan desa tidak ada masalah. Sudah ada yang ditunjuk mengurusi masyarakat yakni Sekdes Tegalrejo," tutur Agus.

Informasi yang diterima, seperti yang dilansir  beritajatim, rombongan warga yang berjalan kaki ke Istana Negara ini, sudah masuk wilayah Jawa Tengah. Niat warga untuk mengadukan konflik perkebunan ke Jokowi sempat digagalkan Muspika Sumbermanjing Wetan.

Muspika berpendapat, akan memfasilitasi pertemuan dan mediasi. Karena posisi Muspika berada di tengah-tengah. Sementara baik warga Desa Tegalrejo dan PTPN XII Pancursari, sama-sama ngotot dan mengklaim berada di jalur yang benar terkait hak usaha di areal perkebunan tahun ini.

"Kalau muspika posisinya di tengah. Memang warga sehari-hari menggarap lahan yang sudah digarap sejak dua tahun lalu itu. Namun KSU yang harusnya tertulis masih dipertanyakan,” terang Agus.

Agus membeberkan, pihak PTPN XII mengklaim lahan yang diajukan 177 hektar. Ssedangkan keterangan Kepala Desa Tegalrejo hanya 87 hektar. Perbedaan tersebut menurutnya harus segera diurus. [*]

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...