Loading...

Minggu, 30 April 2017

loading...

Musisi Ternama' Iwan Fals Dinobatkan sebagai Musisi Penjilat Sejati?

    Minggu, April 30, 2017   No comments

Loading...
Konser Kanta Taqwa-Iwan  Fals Tempo Doeloa (Dok)

SriwijayaAktual.com - Musisi kenamaan tanah air yang sangat dikenal dengan lagu - lagu perlawanan yaitu sang legenda Virgiawan Listanto atau lebih dikenal dengan nama Iwan Fals, merupakan musisi dengan jenis musik Balada, Rock, Pop & Country yang sarat dengan potret kondisi realita sosial. Lirik - lirik dalam lagunya senantiasa mewakili para kaum marjinal dan menyuarakan suara - suara tak terdengar dari kelompok akar rumput. Iwan Fals dengan kharismanya membuat banyak orang jatuh hati dan mengidolakan dia karena musik dan lirik lagunya sarat dengan kritik pada pemerintah hingga mengangkat tentang bencana yang terjadi di Republik Indonesia. 

Pada bulan April 2017, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan netizen pada hari Sabtu 28 April melalui akun @MAHENDRA_GNW pada twitter, hasilnya menyatakan bahwa Iwan Fals adalah musisi yang layak dinobatkan sebagai MUSISI PENJILAT SEJATI. Entah apa yang melatar belakangi sang pemilik akun itu melakukan polling untuk diikuti siapa pun secara luas di media sosial namun yang pasti ini merupakan bentuk aspirasi yang ingin disampaikan kepada publik dan secara khusus kepada sang macan panggung Iwan Fals.

Berdasarkan hasil polling tersebut bahwa voting dan sharing pada jagad maya diikuti partisipasi para netizen sebanyak 2,726 pemilih yang menggunakan hak suaranya yang masuk dalam daftar pemilih tetap & tidak tetap cyberspace. Pada polling, terdapat 4 opsi yang diberikan untuk memilih siapakah musisi yang layak dinobatkan sebagai Musis Penjilat Sejati dan hasil akhir secara final memutuskan kemenangan mutlak Iwan Fals sebagai pemenang dengan jumlah pemilih 39%. Adapun ke 3 opsi lain dalam polling tersebut adalah pertama Ahmad Dhani dengan pemilih sebesar 15%, pilihan kedua adalah Slank dengan perolehan suara sebanyak 18% dan pada pilihan ke 4 adalah Addie MS dengan jumlah pemilih sebanyak 28%." sebagaimana dilansir laman  kompasiana, Minggu  (30/4/2017).

Tangkapan layar dari tweet @Mahendra_GNW
Apa arti dari hasil Polling ini bisa saja tidak berarti apapun, atau bisa juga berarti segalanya jika dilihat dari perspektif opini publik dalam sosial media. Apakah para pemilih bisa mewakili secara keseluruhan penilaan publik terhadap personal branding seorang Iwan Fals... tentu tidak. 

Mengingat setiap orang memiliki pilihan sendiri - sendiri dan penilaian yang ukuran serta parameternya berbeda - beda, namun yang menarik adalah polling ini meski bisa dianggap sebagai selingan atau guyonan belaka namun secara tidak langsung ada kandungan akan public verdict dimana publik memberikan penilaian dan memutuskan secara kolektif akan citra pesona dari Iwan Fals.


Mungkin disebabkan berbagai piihan serta perilaku dari Iwan Fals sebagai publik figur dimata masyarakat diantaranya kedekatan dengan penguasa atau dalam hal ini pemerintah, meski sebelumnya bung Iwan sangat kental dengan lagu - lagu kritik pada pemerintah atau kelompok yang berkuasa sebagai fungsi kontrol. MEMBERI dukungan kepada Ahok sebagai calon gubernur yang menjadi terdakwa dalam kasus penistaan agama, pernyataan dan sikap beliau waktu terjadinya aksi besar 411, 212 dan lain - lain hingga polling yang diadakan Iwan Fals melalui akun twitternya dan hasilnya Basuki Tjahaya Purnama kalah dalam hasil akhir perolehan polling yang dilakukan sebanyak 2 kali. 


Apakah suara - suara Bung Iwan Fals yang mewakili suara hati rakyat dalam bersuara melalui lagu dan lirik tidak lagi ada, hanya anda sebagai publik yang bisa menilai. 

Apakah banyak kalangan grass root dan penggemarnya rindu akan hasil karya seperti "Manusia Setengah Dewa" ditahun 2004

Apakah Iwan Fals sudah tidak lagi berbicara soal idealisme karena sudah banyak uang yang ada dikantongnya . . . . . 

Apakah Iwan Fals sudah terlampau jauh masuk dalam pusaran penguasa (pemerintahan) dan seharusnya sebagai seniman yang tetap kritis dan bukan dalam lingkaran partisan . . . .   

Apakah memang ini sebuah kerinduan luar biasa seorang Iwan Fals pada penguasa yang akhirnya bisa duduk bersama ketimbang mengangkat tangan dipanggung sembari menyuarakan jeritan wong cilik . . . . .

Apakah memang Iwan Fals telah lelah dan akhirnya . . . . . . (*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...