Loading...

Sabtu, 29 April 2017

loading...

Nah Kau!, Polisi Berhasil Tangkap Pembuat Berita Hoax Sri Sultan HB X, 'Wong Sumsel' Bro

    Sabtu, April 29, 2017   No comments

Loading...
Kapolda DIY bersama Sultan di DPRD DIY. Polisi menyatakan telah menangkap tersangka pembuat berita hoax Sultan. (Foto:Harminanto)

DIY-YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com - Tim dari Jajaran Reserse Kriminal Khusus Polda DIY berhasil menangkap pelaku pembuat berita hoax yang mencatut nama Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X. 

Tersangka yang ditangkap di wilayah Sumatera Selatan ini terancam hukuman 6 tahun penjara sesuai dengan yang tercantum dalam pasal 27 dan 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolda DIY, Brigjen Polisi Ahmad Dofiri kepada wartawan saat ditemui di DPRD DIY Jumat (28/4/2017) siang mengungkap tersangka yang hanya satu orang telah diamankan sejak dua hari lalu di Sumatera Selatan. Sehari berselang, polisi langsung membawa tersangka berinisial RNM (25) ke Mapolda DIY untuk melakukan penyelidikan lanjutan.

"Kita amankan tersangka berinisial RNM usia 25 tahun di wilayah Sumatera Selatan, namun di mananya tidak usah disebutkan nanti agar tidak membuat tersinggung. Kemarin sudah kami bawa ke Yogyakarta dan sekarang ada di Mapolda DIY," terang Dofiri.

Kapolda juga mengungkap motif sementara tersangka membuat berita dengan mencatut nama Sultan yakni sebatas ingin mendapatkan keuntungan saja. "Sementara motifnya ekonomi untuk mendapatkan fee (bayaran) dari iklan yang masuk itu," imbuhnya.

RNM menurut Kapolda sementara menjadi tersangka tunggal dalam kasus berita hoax Sultan. Tersangka yang kesehariannya merupakan wiraswasta ini ditangkap bersama barang bukti sebuah laptop, handphone serta kartu telpon selular.

"Blognya apa itu metronews.tk dibuatkan orang lain namun dia (RNM) yang menjalankan dengan memotong berita-berita lain hingga seolah-olah Gubernur DIY yang berbicara padahal dia sendiri yang membuatnya," lanjut Kapolda.

Atas hal tersebut, RNM yang kini mendekam di balik jeruji besi Mapolda DIY diancam pasal berlapis yakni 27 dan 28 UU ITE nomor 11 tahun 2008. "Ancaman hukuman kalau pencemaran nama baik ya empat tahun kalau ujaran kebencian bisa sampai 6 tahun dan denda Rp 1 miliar," pungkas Kapolda.

Sementara itu, Sri Sultan memilih tak banyak berkomentar dan menyerahkan kelanjutan kasus tersebut pada pihak kepolisian. "Biarkan nanti diproses seturut hukum yang berlaku saja," ungkap Sultan yang juga ditemui di DPRD DIY.


Dalam berita hoax yang menghebohkan tersebut Sultan disebut seolah menolak warga Tionghoa sebagai pemimpin. Berita tersebut sengaja dishare ke publik mendekati pilkada Jakarta tahap kedua 19 April 2017 kemarin.  (krjogja)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...