Loading...

Senin, 22 Mei 2017

loading...

100 Peneliti dan Guru se Asean Kumpul di Surabaya, Ngapain ya?

    Senin, Mei 22, 2017   No comments


SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com - Sebanyak 100 peneliti dan guru dari berbagai negara di Asean berkumpul di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membahas pelajaran Sains dan Matematika yang saat ini dianggap tak menarik lagi di mata para siswa.

Dalam gelaran yang diprakarsai oleh sebuah kerjasama antara kampus-kampus ilmu Pendidikan dari berbagai negara Asia Pasifik (Consorsium of Asian Pacific Education Universities) itu melibatkan para penyaji makalah yang terdiri daei berbagai kalangan, dari Dosen, Guru, peneliti, hingga mahasiswa.Malaysia, Thailand, Filipina, termasuk beberapa kampus dari seluruh Indonesia.

Dalam pembukaan Konferensi, Prof. Dato’ Dr Noraini binti Idris, Sekretaris Jenderal Consorsium of Asian Pacific Education Universities, menyatakan bahwa tren terkini pembelajaran sains adalah isu yang serius. karena saat ini para siswa atau anak-anak tidak menikmati belajar sains dan matematika.

“Kita berharap dalam forum ini dapat dimunculkan resolusi agar mampu mendorong guru mengembangkan diri serta murid mau belajar sains dan matematika,” terangnya dalam acara yang bertajuk 4th International Conference on Science, Technology, Engineering and Mathematics : Innovation for Human Talent, di kampus Unesa Lidah Wetan Surabaya, Senin (22/5/2017), dikutip dari laman beritajatim.

Profesor dari University Pendidikan Sultan Idris Malaysia ini menuturkan melalui konferensi tersebut dapat terlaksana kolaborasi antara peneliti dari berbagai negara Asean sehingga dapat mengatasi permasalah-permaslaah yang timbul. “Kami berharap dapat terjadi komparasi data tentang pembelajaran Sains Teknologi Engineering dan Matematika di masing-masing negara," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, turut hadir menceritakan tentang inovasi-inovasi program Pemerintah Kota dalam memastikan kesejahteraan warganya, terutama anak-anak. Dan wali kota perempuan pertama di kota  pahlawan ini juga bercerita tentang langkahnya untuk memastikan tumbuh kembang anak, termasuk dalam bidang pendidikan.

“Surabaya punya Rumah Matematika, tempat dimana belajar Matematika menjadi menyenangkan, tidak seperti yang dibayangkan anak-anak selama ini. Kami juga menggagas rumah Bahasa yang menyiapkan generasi muda mampu berbahasa asing sehingga bersiap menghadapi MEA," terangnya.

Prof. Warsono, M.S., Rektor Universitas Negeri Surabaya dalam sambutannya juga menghaturkan selamat datang pada peneliti serta mengharapkan kegiatan ini menjadi rumah bagi penelitian. “Semoga kegiatan ini mampu menjadi event yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama pada bidang pengajaran," tandasnya. (*)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...