Loading...

Rabu, 10 Mei 2017

loading...

Asli Mak Jlebszt Keren! Pelajar Ini Rancang Aplikasi Pengelolaan Sampah Terpadu Perkotaan

    Rabu, Mei 10, 2017   No comments

Loading...
Ilustrasi
SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Tiga pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Semarang merancang sistem aplikasi pengelolaan sampah terpadu di perkotaan secara efektif dan efisien.
     
“Selama ini, proses pengangkutan sampah kan tidak dipilah. Sampah organik, an-organik, dan logam diangkut jadi satu,” kata Bella Rachma (16), siswi SMK Negeri 7 Semarang di Semarang, Senin (8/5/2017).
     
Padahal, kata siswi kelas XI itu, sudah ada pemisahan jenis sampah di sejumlah titik untuk membedakan tempat sampah organik dan an-organik agar tidak saling bercampur satu sama lain.
     
Setelah sampai di tempat pembuangan akhir (TPA), kata dia, sampah-sampah yang masuk ternyata dipilah-pilah lagi sehingga sebenarnya pengangkutan sampah yang berjalan selama ini tidak efektif.
Pelajar Ini Rancang Aplikasi Pengelolaan Sampah Terpadu Perkotaan
Bersama dengan dua kawannya, yakni Aulia Hapsari (16) dan Muhamad Najib (17), Bella terdorong menciptakan aplikasi yang memudahkan pola pengangkutan sampah di kawasan perkotaan, termasuk Semarang.
    
 “Syaratnya, truk-truk yang mengangkut sampah harus dibedakan dulu. Mana yang mengangkut sampah organik, mana an-organik, dan mana sampah logam. Jadi, pengambilannya tidak dicampur,” katanya, dikutip dari laman Beritajateng.net. 

     
Untuk memudahkan, kata dia, di setiap tong sampah atau tempat sampah dipasangi alat untuk mendeteksi volume ketinggian sampah yang akan memberitahukan jika sampah sudah menumpuk di atas batas.
     
“Alat pendeteksi ini bekerja dengan ultrasonik. Kemudian, dilengkapi dengan Radio Frequency Identification (RFID) plus monitor yang bisa dipasang di truk-truk pengangkut sampah,” katanya.
     
Jadi, kata Bella, begitu tumpukan sampah di suatu titik melebihi batas akan mengirimkan sinyal ke truk-truk sampah yang memudahkan tanpa harus mengecek satu per satu tempat sampah.
     
Ditambahkan Aulia, rekannya, sistem aplikasi itu sekaligus membuat jalur pengambilan sampah yang memisahkan sampah organik, an-organik, dan logam sehingga memudahkan dalam pengelolaannya.
     
“Ya, semacam aplikasi Go-Jek. Perkiraan kami, untuk membuat satu alat itu membutuhkan tidak sampai Rp1 juta. Memang masih ‘prototipe’, tetapi bisa dikembangkan lebih bagus,” katanya.
     
Ketiga pelajar yang sama-sama mengambil Program Studi Teknik Elektronika Industri (TEI) SMK Negeri 7 Semarang itu berharap “prototipe” itu bisa dikembangkan pemerintah kota setempat. (El)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...