Loading...

Jumat, 12 Mei 2017

loading...

'Berita Hoax Sengaja Diembuskan untuk Memecah Belah dan Adu Domba Masyarakat', Indonesia Harus Punya Fake Checking Institution

    Jumat, Mei 12, 2017   No comments

Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com Anggota Dewan Pers Indonesia, Retna Komala, menjelaskan berita palsu atau hoax sengaja diembuskan untuk memecah belah dan adu domba masyarakat.

“Tak sedikit kami menemukan media abal-abal memberitakan hal benar menjadi salah. Biasanya si pelaku sudah profesional dan punya grafik yang canggih. Kita bisa lihat dari peristiwa Pilkada dan Pilpres, semua berawal dari Medsos, kita terpecah belah, di panas-panasin, bahkan di adu domba. Ini sudah jadi energi negatif yang dapat memecah belah bangsa,” ujar Retno dalam acara Icon Media Now 2017 di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017), dilansir intelijen.co.id.

Karena itu, Dewan Pers membuat program Media Literasi yang melibatkan seluruh media di Indonesia. Tidak hanya itu, Dewan Pers juga akan segera merangkul masyarakat untuk ikut bergabung.

“Jadi dewan pers itu secara rutin memberikan media literasi ke seluruh media Indonesia, tetapi memang baru sebatas ke media. Kalau harapan saya sih ke masyarakat juga, makanya tadi saya sempat bicara ke pemerintahan agar mereka juga ikut berperan, khususnya Kominfo karena mereka punya ahlinya dan teknologinya,” tambah Retno.

Dirinya berharap bahwa Indonesia juga mempunyai Fake Checking Institution, seperti Google. Gunanya agar mudah mengidentifikasi hoax.

“Di Indonesia belum ada itu, saya berharap negeri ini punya Fake Checking Institution yang nanti akan kerja sama dengan beberapa instansi, memberikan identifikasi berita hoax, siapa dan kapan yang meng-upload sehingga bisa terlihat,” tutupnya. (*) 

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...