Loading...

Sabtu, 20 Mei 2017

loading...

Main Film Porno Kenakan Jilbab, Perempuan Cantik Ini Dilarang Kembali ke Tanah Airnya

    Sabtu, Mei 20, 2017   No comments

Loading...


AMERIKA SERIKAT, SriwijayaAktual.com - KADANG kesulitan ekonomi membuat seseorang nekat sehingga akhirnya menyesal setelah itu. Seperti diungkapkan oleh seorang wanita muslim yang saat ini tinggal di Amerika Serikat.

Ia menyatakan, tidak akan pernah bisa kembali ke Pakistan untuk mengunjungi keluarganya. Larangan itu berlaku setelah dia memilih bekerja sebagai bintang porno lengkap dengan pakaian Muslim religius.

Nadia Ali yang berusia 25 tahun mengatakan bahwa dia bekerja di sebuah salon di San Francisco, California, tempat dia menata alis untuk mencari nafkah.  Namun, pekerjaan itu hanya memberikan dia sedikit uang.

Suatu hari, sambil mengeluh tentang kesulitan keuangannya pada seorang teman, dia diperkenalkan untuk menari. Dia pergi bekerja di stipclub, di mana dia mendapatkan 500 dolar AS atau setara Rp 3,9 juta dalam satu malam.

Ali mengatakan bahwa dia terpesona dengan betapa mudahnya pekerjaan itu. Dia suka bermain-main dengan cowok tanpa harus membawa mereka pulang pada akhir malam sambil menghasilkan banyak uang.

Dia kemudian melanjutkan untuk bekerja di industri film dewasa. Ali mengatakan bahwa dia beraksi sambil mengenakan jilbab, selendang yang cocok dengan bikini dan pakaian tradisionalnya karena ini membantu dia menarik perhatian dari penonton.

Namun, karena hal inilah menyebabkan dia dilarang memasuki Pakistan, di mana mereka melihat tindakannya memalukan. Ali mengatakan bahwa dia masih menjalankan imannya dan berdoa secara teratur meskipun mengetahui bahwa perzinahan adalah dosa.


Dia mengatakan bahwa menurut agamanya, dosa perzinahan merupakan dosa besar, namun dia tetap berdoa dan mempraktikkan agama. Ali secara terbuka berbicara tentang kehidupan dan profesinya di sebuah video yang diposkan ke akun YouTube oleh Refinery29. (***)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...