Loading...

Selasa, 16 Mei 2017

loading...

Pemerintah Dimohon Percepat Pembentukan Badan Siber Nasional

    Selasa, Mei 16, 2017   No comments

Ilustrasi Hacker

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah mempercepat pembentukan badan siber nasional. 

Kehadiran badan siber nasional semakin terasa urgensinya setelah Indonesia, bersama lebih dari 100 negara lainnya, menjadi korban serangan Ransomware WannaCry yang menginfeksi jaringan komputer pada pekan kedua Mei 2017. Serangan ini membuktikan Indonesia belum siap menerapkan langkah preventif. 

"Jika sudah berfungsi, badan siber nasional setidaknya bisa memberi peringatan dini kepada masyarakat," kata Bambang di Jakarta, Selasa (16/05/2017), dikutip dari rimanews. 

Serangan siber berskala global itu diduga dilakukan sekelompok hacker berjuluk Shadow Brokers yang dimulai sejak Jumat lalu. Dalam sekejap, serangan itu menginfeksi 130 ribu komputer di 100 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Cina hingga Indonesia.

Dilaporkan bahwa Ransomware mulai terdeteksi pada Jumat sore WIB. Hari itu, jaringan komputer pada sebuah rumah sakit di Jakarta tidak bisa berfungsi karena disusupi Ransomware. Rumah sakit itu kesulitan mengatur urutan antrian pasien.

"Serangan siber seperti ini diyakini belum akan berakhir. Kasus ini tentunya tidak luput dari perhatian pemerintah. Apalagi, serangan ini pun sudah terdeteksi di dalam negeri. Karena itu, upaya untuk membangkitkan kewaspadaan bersama sangat diperlukan. Tentang urgensi kewaspadaan bersama itu, inisiatif hendaknya diambil oleh pemerintah, khususnya pada aspek pembaruan atau update sistem pada setiap komputer," ujarnya.

"Terlepas dari pro-kontra pembentukannya, kehadiran negara melalui badan siber nasional sangat diperlukan. Bahkan, jika belajar dari pengalaman buruk sejumlah negara, aktivitas negara atau pemerintah di dunia siber mulai terlihat urgensinya. AS yang aktif di dunia siber pun bisa menjadi korban serangan  oleh peretas dari Rusia," ujar politisi Partai Golkar itu.

Dalam konteks tantangan kekinian, badan siber nasional harus diposisikan sebagai instrumen pertahanan negara atau alat ketahanan nasional. Karena itu, pembentukannya patut segera direalisasikan, dan badan itu hendaknya mulai bekerja seefektif mungkin. Sebab, gelombang ancaman terus bermunculan setiap saat, dan nyata-nyata berpotensi merugikan kepentingan nasional maupun orang per orang.

Selain itu, Indonesia juga dihadapkan pada fakta bahwa negara ini sangat rentan oleh serangan siber, mengingat jumlah warga pengguna Internat sudah di atas 140 juta orang. Jumlah yang besar ini tentu harus dilindungi oleh negara agar tidak mudah menjadi korban serangan siber.
"Dengan fakta ini, urgensi badan siber nasional menjadi nyata," tandasnya  Bambang. (*)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...