Loading...

Kamis, 04 Mei 2017

loading...

Please! Jangan Konsumsi Narkoba ya, 'Kisah Eks Pecandu Narkoba" Silahkan simak...

    Kamis, Mei 04, 2017   No comments

Ilustrasi
GRESIK-JATIM, SriwijayaAktual.com - Eks atau mantan pecandu narkoba,  Abdul Hafid (21) wajahnya sangat sumringah saat diminta datang ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik di Jalan Kalimantan Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kamis (4/5/2017).

Dengan mengenakan baju batik dipadu sama jaket warna merah gelap, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik itu, tidak canggung lagi berhadapan dengan orang lain.

Hafid, sapaan akrabnya, sehari-hari tidak menyangka dirinya pernah menjalani rehabilitasi selama 8 bulan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido Bogor, Jawa Barat. Sebelum menjalani rehabilitasi, Hafid menjadi pecandu narkoba jenis sabu-sabu sejak tahun 2010, atau selama 4 tahun. Dirinya, terjerat narkoba karena diajak temannya yang sampai saat ini menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Sewaktu terjerat narkoba, Hafid setiap harinya kecanduan sabu. Bahkan, akibat perbuatannya itu, anak pertama dari pasangan Muzakir dan Anik pernah mengancam orang tuanya agar diberi uang hanya untuk membeli narkoba jenis sabu. Tidak hanya itu, gara-gara kecanduan narkoba, dirinya sampai menjual rumah toko (Ruko) milik orang tuanya seharga Rp 200 juta demi mendapatkan narkoba.

Selain ruko ludes terjual, Hafid juga rela menjual sepeda motor pembelian dari orang tuanya, dijual tanpa sepengetahuan ibunya hanya demi mendapatkan uang untuk dibelikan narkoba.

"Sedih dan menangis melihat sewaktu saya kecanduan narkoba. Kasihan orang tua, setelah menjalani rehabilitasi ingin rasanya membahagiakan mereka," tutur Hafid.

Diakui Hafid, akibat kecanduan narkoba pendidikannya tidak karuan. Sebab, pada waktu itu dirinya sampai keluar masuk sekolah menengah atas (SMA) sebanyak tiga kali karena tidak tuntas. Sebelum akhirnya harus rela menempuh pendidikan setara SMA dengan mengikuti paket C.

"Imbas kecanduan narkoba sekolah saya menjadi berantakan, namun setelah menjalani rehabilitasi hidup saya ada perbedaan. Kebetulan juga saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang memproduksi sparepart mobil," tuturnya.

Saat menjalani rehabilitasi narkoba Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido Bogor, Hafid pernah satu kamar dengan pelawak Tessy serta mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Nofiadi. Ketika masuk pertama di pusat rehabilitasi narkoba pusat itu, Hafid sempat tidak kerasan dan ingin pulang.

Pasalnya, disana setiap hari ada schedule yang sangat padat dan wajib diikuti oleh para pecandu narkoba. Materi yang diberikan pecandu narkoba bervariasi mulai dari sholat berjamaah, olahraga, dan kegiatan lainnya.

"Materi programnya padat sekali tidak hanya teori tapi ada prakteknya juga salah satunya adalah pendalaman diri sendiri, dan ada juga program menghilangkan kebiasaan pecandu. Bahkan, untuk merokok pun hanya diperbolehkan merokok putih. Rokok lainnya tidak diperbolehkan," ungkap Hafid.

Usai menjalani rehabilitasi narkoba, kini Hafid berbeda dengan Hafid yang empat tahun lalu. Malahan kerap kali diajak BNN Gresik keliling untuk melakukan testitomi di hadapan kepala rumah sakit se-Kabupaten, kepala puskesmas, dan komunitas masyarakat tentang bahaya narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Agustianto mengatakan, pecandu narkoba bisa direhabilitasi sampai sembuh asal ada peran dukungan dari kedua orang tua. Belajar dari kasus Hafid karena kedua orang tuanya datang ke BNN Gresik dan meminta tolong agar dimasukkan dalam program rehabilitasi. "Kami menghimbau kepada orang tua yang memiliki anak kecanduan narkoba tidak takut melaporkan ke BNN Gresik," katanya.

AKBP Agustianto menambahkan, BNN Gresik mengajak kerjasama dengan rumah sakit di wilayah Kabupaten Gresik agar bisa melayani pasien pecandu narkoba dengan maksimal. Pasalnya, jika hanya mengandalkan BNN pelayanan pasien narkoba tidak maksimal.

"Melayani pasien pecandu narkoba sebenarnya sama dengan pasien yang sakit. Bedanya kalau pecandu narkoba proses pelayanan agak lama dan harus dipantau terus perkembangannya setelah menjalani rehabilitasi," tandasnya, dikutip dari Beritajatim

Berdasarkan catatan BNN Kabupaten Gresik selama dua tahun terakhir sejak tahun 2015 hingga April 2017. BNN Kabupaten Gresik telah melakukan rehabilitasi pecandu narkoba sebanyak 424 orang. Adapun rinciannya, tahun 2015 ada 380 orang, tahun 2016 ada 36 orang, dan April 2017 ada 8 orang. (*)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...