Loading...

Minggu, 28 Mei 2017

loading...

Serikat Buruh Tambang Iinternasional Surati Presiden Jokowi terkait Freeport

    Minggu, Mei 28, 2017   No comments

Aksi mogok kerja karyawan Freeport (Dok/Ist)

TIMIKA-PAPUA, SriwijayaAktual.com  - Organisasi buruh tambang internasional yang berhimpun dalam wadah IndustriALL Global Union menyikapi persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di lingkungan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Anggota Tim Advokasi Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (PUK SP-KEP) SPSI Freeport Tri Puspita di Timika, Sabtu (27/5/2017), mengatakan, menyikapi kisruh ketenagakerjaan di PT Freeport maka IndustriALL Global Union telah menyurati Presiden Joko Widodo di Jakarta dan pimpinan Freeport McMoRan Richard Adkerson di Amerika Serikat. 

"IndustriALL Global Union telah menyurati Bapak Presiden Jokowi pada 24 Mei 2017 untuk meminta pemerintah Indonesia turun langsung menangani persoalan ketenagakerjaan di lingkungan PT Freeport Indonesia. Surat tersebut juga dikirimkan ke beberapa kementerian dan lembaga negara terkait," jelas Tri, dikutip dari antaranews. 

Selain itu, IndustriALL Global Union juga mendesak Adkerson selaku pimpinan Freeport McMoRan Copper & Gold Inc. yang merupakan perusahaan induk Freeport agar turun langsung mengintervensi persoalan yang kini terjadi antara manajemen dengan serikat pekerja.

"Bahwasanya sudah lebih dari 2.000 pekerja telah di-PHK oleh manajemen PT Freeport Indonesia. Ini persoalan ketenagakerjaan serius. Bukan persoalan mangkirnya, tapi sebab dari kondisi saat ini," kata Tri.

Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, Sekretaris Jenderal IndustriALL Global Union Valter Sanches meminta orang nomor satu Indonesia itu agar mengeluarkan kebijakan mendesak manajemen Freeport mengembalikan hak-hak para pekerja.

Surat tersebut berisi enam poin permintaan. Salah satunya, Freeport harus menerima kembali karyawan yang telah di-PHK dan terkena program furlough.

Tri mengingatkan pemerintah agar turun tangan serta serius menangani persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Mimika. Apalagi setelah mediasi pada akhir April lalu, tak ada lagi pertemuan formal antara serikat pekerja dengan manajemen Freeport.

"Kami selalu diminta kembali bekerja, pada prinsipnya kami ingin kembali kerja, tapi dengan syarat jangan ada PHK, karena masalah ini ada sebab akibatnya," kata Tri.

Sementara itu secara terpisah, Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengatakan, manajemen telah memberikan imbauan kepada para karyawan yang telah lima hari absen dan melakukan dua kali panggilan untuk kembali bekerja.

"Kami melakukan tindakan ini sesuai Pedoman Hubungan Industrial dan UU yang berlaku," kata Riza.

Riza menegaskan, aksi mogok para karyawan Freeport tidak mempunyai basis hukum.
Para karyawan yang mogok itu, lanjut Riza, dianggap melakukan pengunduran diri setelah perusahaan melakukan berbagai macam cara mengimbau mereka untuk kembali bekerja.

Ia menjelaskan, aksi mogok kerja karyawan semula dipicu oleh adanya program furlough atau merumahkan karyawan Freeport sementara waktu guna menyesuaikan kondisi operasional perusahaan yang belum pasti ke depan. Sebab, Freeport sempat berhenti beroperasi karena belum mendapatkan izin ekspor konsentrat.

PUK SPSI Freeport resmi melakukan aksi mogok kerja damai sejak 1 Mei lalu bertepatan dengan peringatan Hari Buruh International (May Day) hingga 30 Mei 2017.

Aksi mogok kerja karyawan Freeport tersebut kemudian diikuti oleh 14 PUK perusahaan-perusahaan privatisasi dan kontraktor lainnya di lingkungan Freeport.

Bahkan PUK SPSI Freeport telah mengajukan perpanjangan aksi mogok kerja terhitung mulai 30 Mei hingga 30 Juni 2017. 

Di saat ribuan karyawan menggelar aksi mogok kerja di Timika, pihak manajemen Freeport menyikapinya dengan melakukan PHK massal karyawan dengan alasan mereka telah mengundurkan diri secara sukarela setelah tidak melapor diri ke perusahaan usai dipanggil berturut-turut selama dua kali. (rima) 

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...