SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com - Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Diskrimum) Polda Jatim mengamankan 43 perempuan muda yang diduga sebagai live sex show atau penari telanjang (striptise). Mereka diamankan di di Yes karaoke tempat hiburan malam di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Selain itu, Polisi juga mengamankan tiga  mucikari atau mami yang penyedia tempat serrta mempekerjakan para penari bugil itu.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan jasa penyedia penari bugil ini dilakukan oleh Petugas Ditreskrimum. Saat itu, petugas melakukan operasi di sejumlah tempat hiburan malam di Tulungagung.

Saat penggerbekkan, petugas memergoki aksi tarian bugil yang dilakukan oleh puluhan perempuan yang berusia antara 18 Tahun hingga 25 Tahun. Sebagian di antaranya dipergoki petugas tengah melayani tamu di dalam kamar atau room tempat hiburan malam dengan aksi tarian telanjang.

Direktur Reskrimum Polda Jatim, Kombes Agung Yudha mengatakan, penggerebekan tempat hiburan malam yang menyediakan tarian striptis itu berdasarkan laporan dari masyarakat.

Selain bisa menikmati tarian telanjang, tamu yang ada bisa langsung melakukan ML atau hubungan badan dengan penari itu di ruangan karaoke. "Para wanita ini dibayar Rp 700 ribu untuk menyajikan tari telanjang (striptise) sekaligus hubungan badan di ruangan karaoke (live sex).
Salah Satu Penari Telanjang di Periksa di Polda Jatim

Baca Juga: di Semak-semak, Tarif Rp 50 Ribu

"43 perempuan dan tiga muncikarinya masih menjalani pemeriksaan dan  ketiga mucikari tersebut sudah ditetapkan jadi tersangka," katanya kepada wartawan di Markas Polda Jatim, Surabaya, Kamis, (4/5/2017).

Dari penggerebekan itu, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman terkait bisnis penyedia jasa penari bugil. Dia menduga bisnis tarian telanjang itu berjejaring dan berjalan lintas daerah di Jawa Timur. "Masih kami dalami," tandasnya. Saat ini, 40 perempuan muda dan dua mucikarinya berada di Mapolda Jatim, Jalah Ahmad Yani, Surabaya. (DBS)