Loading...

Jumat, 16 Juni 2017

loading...

Apa Kabar Banyuasin Ku?

    Jumat, Juni 16, 2017   No comments

Loading...
Foto Bersama Usai Makan Buka Puasa Bersama

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com - Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) berdiri atau  terbentuk  pada tahun 2000, dengan tujuan salah satunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Banyuasin yang saat itu Banyuasin belum pemekaran derah menjadi Kabupaten dari Kabupaten induknya yakni Kabupaten Musi Banyuasin. 

Pada tahun 2002, HIMBA mengadakan  seminar pemekaran banyuasin di Kecamatan Sembawa yang diikuti mahasiswa, pemuda maupun tokoh  asal Banyuasin dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya.
 
"HIMBA menawarkan konsep pemikiran pemekaran secara intelektual akademik.  finalisasi Kota Kabupaten saat itu ada dua opsi yakni Pangkalan Balai dan Betung, akhirnya  terpilihlah atau disepakati  Pangkalan Balai rencana menjadi Ibukota Kabupaten Banyuasin." Tuturnya deklarator HIMBA Adi Suryadi S.Si saat buka bersama Ramadhan 1438 H sekaligus diskusi dengan tema: Apa Kabar Banyuasin ku?, Kamis (15/6/2017) dikediaman deklarator HIMBA Adi Suryadi, di Maskarebet,  Kota Palembang.

Tampak buka puasa ramadhan dan diskusi santai dihadiri para pendiri HIMBA, senior HIMBA dan tokoh pemuda  Kabupaten Banyuasin seperti:  Robby Budi Puruhita SE yang merupakan  Anggota DPRD Sumsel dapil Banyuasin, Eva Yuliana yang merupakan Presedium Periodik  Forum Alumni HMI-Wati  (Forhati) Sumsel,   Suryandi alias Andi dan Abu Said yang juga merupakan mantan anggota KPUD Banyuasin, Jakfar dan Sulaiman yang merupakan mahasiswa aktif yang sedang menempuh magister dan doktor di salah satu universitas, dan diikuti puluhan pengurus maupun anggota HIMBA di Kota Palembang.

Lanjut Adi Suryadi dalam diskusinya, mengatakan, saat itu pada tahun 2001 Banyuasin belum terbentuk secara hukum.  HIMBA mengusahakan beasiswa mahasiswa asal banyuasin dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Banyuasin dan alhamdulillah berhasil.
"Saat ini timbul pertanyaan  Apa Kabar Banyuasin ku? Apakah SDM atau penduduk banyusian bersekolah, apakah seimbang SDM banyuasin yang sekolah saat itu dibandingkan sekarang? dan bagaimana tentang pemberdayaan SDA di Kabupaten Banyuasin?.  "Dari hal itu menjadi tugas HIMBA sekarang untuk mengisi pembangunan Kabupaten Banyuasin secara utuh yang dimulai dari pedesaan.

Selain itu, Banyuasin menurutnya sekarang masih dalam status duka, akibat tertangkapnya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdinan dalam Operasi Tangkap Tanggan (OTT) oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Masyarakat Kabupaten Banyuasin tentunya sangat sedih dan berduka, atas penangkapan tersebut dalam Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), yang dimana Banyuasin Kabupaten baru yang sedang berdiri dan berkembang menggapai kesejahteraan rakyat atau masyarakat Banyuasin.
Berharap, HIMBA khususnya,  kedepan harus dapat menggali potensi daerah yang ada di Kabupaten  Banyuasin, baik itu dari SDA dan SDM untuk lebih berkembang dan maju dalam pembangunan kedepanya. Sehingga Banyuasin terwujud sejahtera.
Suasana Diskusi Santai  sekaligus mengawali makan  Buka Puasa Beersama

Sementara itu, Robby Budi Puruhita SE dalam petuahnya, mengatakan, meminta mahasiswa asal Banyuasin untuk terus berfikir dan bertindak intelektual progresif maju.

"Menjadi mahasiswa itu harus dapat membiasakan Baca, Diskusi, Tulis dan Aksi (Baditusi). Menelaah suatu isu atau permasalahan publik dengan hal diatas, jangan sebentar grasah grusuh melakukan aksi unjuk rasa kelapangan tanpa melakukan kajian dan diskusi maupun referensinya yang valid terlebih dahulu."Ujarnya. 

Sementara itu, Ketua HIMBA di Kota Palembang, Panji Gribaldi, mengatakan, Maksud dan tujuan Buka puasa Bersama dan diskusi  ini adalah untuk mempererat tali silahturahim dan membahas bagaimana upaya pembangunan Kabupaten Banyuasin kedepanya supaya menjadi lebih maju yang dapat mensejahterakan masyarakat Banyuasin.

Selain itu, HIMBA kedepan siap untuk merangkul atau mengkoordinir element organisasi sosial di Kab.Banyuasin, upaya persamaan presepsi dalam pembangunan daerah.

Tambahnya Panji,  terkait isu atau wacana  pemekaran Kab.Banyuasin,   HIMBA sangat mendukung. Namun dengan catatan dalam maksud pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, dan bukan tujuan kepentingan pribadi atau kelompok, bahkan bukan bermaksud melahirkan raja-raja kecil dalam rangka Otonomi Daerah.

Sementara itu, terkait Pilkada Serentak 2018, HIMBA bukan miliknya salah satu kandidat calon Bupati Banyuasin, namun HIMBA adalah miliknya masyarakat Kabupaten Banyuasin.

"HIMBA mempersilahkan siapa saja kedepanya yang akan maju sebagai calon Bupati Banyuasin dan siapa yang akan menang dalam pesta demokrasi tersebut. Bahkan sebelum pelaksanaan pemilihan Bupati, HIMBA siap akan paneliskan para kandidat calon Bupati Banyuasin 2018, upaya mencari sosok pemimpin Banyuasin yang layak dan siap mensejahterakan masyarakat Banyuasin."Tandasnya. (Jiar).

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...