Loading...

Senin, 05 Juni 2017

loading...

Harga BBM Dievaluasi usai Lebaran, 'Naik atau Turun'

    Senin, Juni 05, 2017   No comments

Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan perubahan harga bahan bakar minyak khususnya premiun dan solar akan dievaluasi kembali usai lebaran 2017.
"Premiun Ron 88 dan solar akan dilihat pada bulan Juli setelah lebaran, nanti kita lihatlah," kata Jonan di Jakarta, seperti dilansir Antaranews, Senin (5/6/2017). 

Pernyataan ini disampaikan menyusul harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah berada di atas asumsi pemerintah. Rata-rata ICP periode lima bulan terakhir atau dari Januari hingga Mei 2017 berada pada level 49,9 dolar AS per barel atau lebih tinggi 44,68 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya 34,49 dolar AS per barel.

Hanya saja saat ini, harga penugasan untuk BBM akan berada pada titik ekonomis apabila harga minyak berada pada 40-45 dolar AS per barel. 

Jonan belum bisa memastikan akan ada kenaikan ataupun perubahan harga setelah lebaran 2017, namun yang pasti harga BBM akan sulit turun usai Lebaran.
"Kemungkinan turun susah, sebab harga pada saat itu terpatok pada ICP di kisaran 40-45 dolar AS per barel. Sedangkan rata-rata saat ini 49 dolar AS per barel," kata Jonan.

Jonan menjelaskan sudah ada kesepakatan tidak akan ada perubahan harga dari Maret hingga Juni. Oleh karena itu, setelah Juni masih akan ditinjau lagi perubahannya dan itu pun masih tergantung pada hasil sidang kabinet.

Jonan pada 14 Maret lalu menegaskan tarif dasar listrik nonsubsidi dan BBM yang dikelola pemerintah tidak akan naik dari April sampai Juni.

Tak hanya BBM, Jonan juga memastikan tidak akan ada kenaikan tarif dasar listrik nonsubsidi hingga bulan ini.
"April sampai dengan Juni tarifnya tidak akan berubah, listrik dan BBM," kata Jonan Maret lalu.

Awal tahun ini, Pertamina menaikkan harga BBM untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300, meliputi Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax DEX. Namun, BBM bersubsidi Premium dan Bio Solar tetap dengan harga yang sama. Kenaikan itu, menurut Area Manager Communication and Relation PT Pertamina Region Jawa bagian Barat Yudi Nugraha, mengikuti kenaikan harga minyak dunia.

Jonan mengatakan, tidak adanya kenaikan tersebut merupakan upaya efisiensi dari penghematan energi yang sudah dilakukan utamanya dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Efisiensinya apa, kalau pingin tahu lebih jelasnya itu PLN yang dapat memberitahukan," kata Jonan. Mantan Menteri Perhubungan tersebut selalu menekankan pentingnya efisiensi dalam industri kelola minyak dan gas bumi (migas).

Untuk BBM, Jonan menegaskan tidak akan ada kenaikan sampai Juni. Terkait dengan upaya tersebut, Jonan meminta selalu memaksimalkan efisiensi. Industri Migas diminta lebih kompetitif baik di kancah nasional dan internasional, guna turut meningkatkan perekonomian Indonesia. Jonan juga mencontohkan negara Jepang, yang tidak mempunyai sumber daya alam namun mampu meningkatkan potensi perekonomian negara.

"Untuk harga kepada konsumen kami yang mengatur, jadi jangan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Karena harga bahan memang pasar yang menentukan," Terangnya.(*)
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
loading...