Loading...

Selasa, 13 Juni 2017

loading...

HEBOH!!! Megawaty Nulis Status yang Menyinggung Umat Agama Islam, Begini Isinya…

    Selasa, Juni 13, 2017   No comments

Loading...
Status Megawaty Maku memposting tulisan yang menyinggung umat Islam.
POHUWATO-GORONTALO, SriwijayaAktual.com Dunia maya tiba-tiba gempar dengan status salah seorang warga Marisa, Kabupaten  Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Akun facebook atas nama Megawaty Maku memposting tulisan yang menyinggung umat Islam.

Perempuan berhijab ini memprotes suara pengajian dari pengerasuara masjid yang ada di dekat rumahnya, di kompleks pasar Marisa.

Postingan status tertanggal 7 Juni, 9:57 PM tersebut, bertuliskan ‘Itu pengajian atau ada b undang jailangkung p setan kampret. #MasjiDalamPasarBaruMarisa. Bolo tiap mlm thd!!!’. Sontak status Megawaty Maku itu langsung beredar luas, dan viral di media sosial. Capture statusnya menyebar melalui facebook dan grup whatssApp.

Selain postingan itu, ada beberapa postingan lainya yang juga serupa. Dalam beberapa postingannya ia juga kerap menyoroti imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rezieq.
Tak hanya netizen yang dibuat heboh.

Masyarakat Marisa, juga geram dengan status Megawaty Maku, bahkan menilai hal itu adalah bentuk pelecehan atau penistaan agama. Bahkan, Jumat (9/6/2017) kemarin, sejumlah warga, pemuka agama dan tokoh masyarakat mendatangi langsung kediaman Megawaty Maku di desa Marisa Utara, kompleks pasar Marisa.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami merasa ini adalah penistaan agama dan perlu diklarifikasi yang bersangkutan,”kata tokoh pemuda Anugerah Wenas, dikutip hargo.co.id.
Status Megawaty Maku di media sosial Facebook

Ia bersama para warga dan tokoh agama kemudian membawa Megawaty Maku ke kantor camat Marisa.

Mereka meminta agar perempuan yang berprofesi perdagang ini diproses. Disisi lain, Komisaris Daerah (Komda) Al-Khairat, Hamdi Alamri mengecam pernyataan lewat status tersebut.

Meski demikian, Hamdi Alamri mengajak kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Al-Khairat agar tidak terpancing emosi. Sebaliknya, persoalan ini diharapkan agar bisa diberikan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Mengaji dengan mempergunakan pengeras suara itu tidak haram atau pun tidak diperbolehkan. Sebaliknya, mengaji lewat pengeras suara merupakan salah satu cara untuk menyiarkan agama Islam,” pungkasnya.   

Sambil Menangis, Megawaty Menyesal, Kini Harus Berurusan dengan Kepolisian
MEGAWATY Maku saat dimintai keteranganya oleh polisi, (9/6) kemarin. Perempuan satu anak ini mendandak heboh setelah status facebooknya yang dinilai melecehkan agama.

Megawaty Maku merasa menyesal sudah memposting tulisan yang menyinggung umat Islam.

Ketika di bawah ke kantor Camat, dan diintograsi anggota Polsek Marisa. Megawaty Maku mengatakan, tidak menyangka statusnya akan seheboh itu. Statusnya tersebut dikarenakan pengajian lewat pengeras suara yang menurutnya sangat mengganggu.

“Pengajiannya tidak sesuai tajwid dan sangat mengganggu saya. Tapi saya tidak menyangka status itu akan viral seperti itu,” ujarnya sambil menangis.

Penyampaian dari Megawati Maku itu pun sontak mendapatkan tanggapan balasan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama. Pengajian seperti merupakan tradisi di bulan suci ramadan. Bahkan ketika rumah tidak ada pengajian, banyak yang meminta agar digelar tadarusan.

“Itu tidak mengganggu. Bahkan kami sendiri saja rindu ketika tidak ada pengajian di mesjid. Memang ada yang mengaji karena sudah tahu dan paham dan ada pula yang belajar. Kalau Ibu Megawati Maku memang tahu cara mengaji yang baik dan benar, tidak berarti harus membuat status seperti itu,” kata tokoh pemuda Anugerah Wenas.

Usai diminta klarifikasinya di kantor camat, Megawati Maku pun lantas digiring ke Polres Pohuwato untuk dimintai keterangan.

“Persoalan ini masih sementara didalami oleh anggota Satuan Intelkam Polres Pohuwato dan yang bersangkutan turut mendapatkan pembinaan dari Satuan Binmas Polres Pohuwato,” kata Kapolres AKBP Ary Donny Setiawan,SIK,MH melalui Kasat Reskrim AKP Eka Chandra,SIK.
 
Ditanyakan apakah yang bersangkutan ditahan? Kata alumnus Akpol 2010 ini, pihaknya belum melakukan penahanan, karena persoalan ini masih sementara dalam proses. “Ini masih kami proses. Belum ada pula laporan resmi terkait dengan hal tersebut. Meski demikian, kami tetap memprosesnya,” ujarnya. (*)

loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...