TEMANGGUNG-JATENG, SriwijayaAktual.com - Satuan Tugas Mafia Pangan Kepolisian Resort Temanggung menggerebek industri pemutih bawang putih dengan menggunakan zak kimia berbahaya di rumah Sutikno di lereng Gunung Sindoro, Desa Gejagan, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten  Temanggung, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Jumat  (16/6/2017). Penggrebekan dipimpin langsung Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo.

Petugas mengamankan ratusan kilogram bawang putih siap edar dan bawang putih impor yang baru didatangkan dari pemasok untuk dijadikan barang bukti kejahatan. Selain itu diamankan pula zat kimia berupa kaporit, Hydrogen Peroxide berkadar 50 persen, cairan pencuci piring dan mesin molen rakitan yang dipergunakan untuk mencampur.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan pengungkapan kasus bermula dari penelusuran Satgas Mafia Pangan Polres Temanggung dalam beberapa waktu terakhir.  Hasil penyelidikan mengarah pada Sutikno. "Kami temukan barang bukti, tersangka tengah memproses bawang putih dengan cairan kimia di rumahnya saat di grebek," katanya.
Polisi grebek industri pemutih bawang putih. (Foto : Zaini Arrosyid)

Dikemukakan tersangka mendatangkan bawang putih bersiung tunggal atau bawang lanang dari Surabaya. Bawang putih ini adalah bawang putih impor dari China dan masih berwarna kusam, bila dijual ke pasar sekitar Rp 35 ribu per kilogram. Tersangka kemudian memutihkannya agar harga jualnya lebih mahal dua hingga tiga kali lipat.

Cara memutihkan itu, terangnya, dengan menggunakan cairan kimia berbahaya, yakni dicuci dengan cairan kaporit yang dicampur Hydrogen Peroxide berkadar 50 persen. Agar tidak bau, proses akhir dibilas cairan pencuci piring dan dijemur.
"Warna kulit bawang menjadi putih dan menarik konsumen. Cara ini selain merugikan konsumen juga petani bawang putih lokal,"Tuturnya, dikutip dari KRjogja.

Dikatakan tersangka dijerat dengan pasal 126 pasal Undang-undang 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kepolisian mengambil bawang putih hasil olahan dengan zat kimia berbahaya untuk diteliti dilabolatorium. (*)