Loading...

Sabtu, 03 Juni 2017

loading...

Rusunawa Khusus ‘Jomblo’ di Kota Semarang Sepi Peminat Meski Dibangun Megah

    Sabtu, Juni 03, 2017   No comments

Loading...

SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Jrakah, yang berdiri megah di Jalan Stasiun Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang, dibangun oleh pemerintah khusus diperuntukkan bagi para pekerja laki-laki ‘jomblo’ alias berstatus lajang.

            
Tapi entah kenapa, sejak selesai dibangun kurang lebih pada Desember 2015 silam hingga sekarang, Rusunawa berlantai lima ini sepi peminat. Sedikitnya ada 104 kamar dengan dilengkapi fasilitas tempat tidur bertingkat, dua lemari pakaian, kamar mandi dalam, shower, toilet duduk dan dua meja kerja.
            
Meski fasilitasnya cukup nyaman hampir mirip kamar hotel, tetapi sampai saat ini tercatat hanya ada delapan penghuni. Rusunawa ini terkesan menganggur karena tak dimanfaatkan. “Saat ini, baru ada delapan penghuni. Padahal kamarnya ada 104 kamar dengan kapasitas untuk dua orang. Totalnya bisa menampung 208 orang,” kata koordinator keamanan Rusunawa Jrakah, Jumadi.
               
Dijelaskan Jumadi, untuk biaya sewanya terbilang sangat murah. Untuk lantai 1, biaya sewanya hanya Rp 125 ribu per bulan perorang. Lantai dua Rp 110 ribu per orang, lantai tiga Rp 100 ribu, lantai empat Rp 90 ribu dan lantai lima Rp 80 ribu. Menurutnya, harga sewa tersebut terbilang sangat murah dibanding biaya kos atau kontrak rumah di Kota Semarang. “Sangat disayangkan, kalau tidak ada yang menempati. Mungkin karena kurang dipromosikan,” katanya.
              
Sementara itu, salah satu penghuni, Joko Purnomo, 40, mengaku nyaman tinggal di Rusunawa tersebut. “Dulu saya kos sebulan Rp 400 ribu, kamarnya kecil. Di sini sangat murah, kamarnya besar, fasilitasnya nyaman,” katanya.
               
Menurutnya, para calon penghuni banyak yang mengurungkan niat untuk tinggal di Rusunawa karena khawatir soal keamanan. Sebab, Rusunawa ini belum dilengkapi pagar pengamanan. “Mungkin takut kalau motornya hilang, untuk pagar parkir motor memang belum ada pengaman,” katanya.
               
Sementara ini, para penghuni membawa motornya ke dalam kamar Rusunawa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau motornya dibawa ke kamar, mereka merasa lebih tenang,” Tuturnya.
                   
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang Muthohar mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi agar Rusunawa di Kelurahan Jrakah tersebut dimanfaatkan. “Saya sudah cek kondisi di lapangan. Sudah ada penghuninya delapan orang. Ada kamar 104,” katanya.
                
Dijelaskan, Rusunawa Jrakah itu diperuntukkan bagi pekerja di Kota Semarang, khususnya yang berstatus lajang. Permohonannya melalui perusahaan masing-masing, kemudian mendaftarkan di UPTD Rusunawa. “Saat ini, kami sedang melakukam koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang untuk mengumpulkan sejumlah pengusaha di Kota Semarang,” katanya, sebagaimana dilansir beritajateng.net (3/6/2017).
               
Hal itu untuk melakukan sosialisasi kepada para pengusaha agar para karyawan, khususnya berstatus lajang, bisa menempati Rusunawa tersebut. Termasuk menjelaskan prosedur pendaftaran maupun syarat-syaratnya. “Pendaftarannya di UPTD terkait. Soal teknisnya seperti apa saya belum menerima laporan dari UPTD-nya,” kata dia.
               
Dijelaskan Muthohar, Rusunawa ini memang khusus bagi pekerja lajang atau belum menikah. “Syaratnya ya pekerja lajang itu. Dari pemerintah membuat Rusunawa Jrakah ini memang khusus untuk pekerja lajang. Kalau berkeluarga tidak boleh. Desain-nya memang untuk lajang. Misalnya tidak ada dapur keluarga,” katanya.
               
Pihaknya mengaku telah mengumpulkan sejumlah pihak, untuk memberikan surat ederan kepada manajemen perusahaan. “Ada sejumlah perusahaan misalnya Indofood, Marimas dan lain-lain. Sebenarnya sudah jadi cukup lama, mulai dibangun 2015, selesai 2016. Tetapi selama ini ada keluhan belum adanya pagar pengaman untuk parkir sepeda motor. Mungkin dikhawatirkan motor hilang,” katanya.
                
Terkait masukan belum adanya pagar pengaman parkir tersebut, lanjut Muthohar, saat ini telah dianggarkan untuk pembangunan pagar mengelilingi Rusunawa. Dia berharap, setelah dibangun pagar tersebut, pengelolaan Rusunawa bisa optimal. Hal itu juga membantu ekonomi buruh. “Tahun ini bisa dibangun pagar,” Tandasnya. (El)
 
 
"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...