Loading...

Senin, 31 Juli 2017

loading...

'Buaya Darat' Beraksi!, Berulang Kali Gadis Belia Disetubuhi di Kuburan

    Senin, Juli 31, 2017   No comments

Loading...
Ilustrasi

JOMBANG-JATIM, SriwijayaAktual.com - Seorang pria beristri berinisial MR (22), warga Kecamatan Kabuh, Jombang, dibekuk polisi. Dia terlibat kasus persetubuhan di bawah umur. Korbannya adalah YW (16), gadis belia atau ABG asal Lamongan.

"Pelaku sudah kami tangkap. Selain menangkap MR, kami juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya pakaian pelaku dan pakaian tersangka. Pakaian itulah yang digunakan keduanya saat melakukan persetubuhuan," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang Iptu Subadar, Senin (31/7/2017).

Subadar menjelaskan, perbuatan terlarang itu dilakukan MR hingga empat kali. Ironisnya, salah satu lokasi yang digunakan melampiaskan nafsu birahi pelaku adalah kuburan China Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, persetubuhan tersebut dilakukan mulai Januari hingga Maret 2017. Awalnya, antara pelaku dan korban memang sudah saling kenal. Meski sudah memiliki istri, MR tetap saja tergoda perempuan lain.

Selanjutnya, 'buaya darat' ini merayu YW dan mengajak gadis tersebut untuk melakukan hubungan suami istri. YW menolak, tapi MR tetap bergeming. Bahkan, pelaku menging-imingi korban dengan sejumlah uang. Gadis asal Lamongan ini akhirnya luluh. Terjadilah hubungan layakanya suami istri tersebut.

"Persetubuhan itu pertama kali dilakukan pada 6 Januari 2017 di kuburan China Desa Karangpakis. Rentang Januari hingga Maret, MR melakukannya sebanyak empat kali. Modusnya, pelaku merayu korban dan memberikan uang," tambah Subadar, dikutip dari beritajatim.

Seiring laju waktu, perut YW makin membesar. Taku terjadi sesuatu, korban diperiksakan oleh keluarganya ke klinik kesehatan setempat. Nah, dari situlah diketahui jika YW sudah berbadan dua. Dia juga mengungkapkan bahwa pria yang menanam benih di rahimnya adalah MR.

Hanya saja, ketika dimintai pertanggungjawaban, pria beristri asal Kabuh itu mengelak. Tentu saja, keluarga korban kecewa dan melaporkan kasus tersebut ke polisi. "Pelaku dijerat pasal pasal UU No 35/2014 tentang perlindungan anak," pungkas Subadar. [*]


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...