Loading...

Senin, 03 Juli 2017

loading...

MANTAB! Mahasiswi Solo ini Temukan Cara Serap Logam Berat dengan Gunakan Limbah Rambut

    Senin, Juli 03, 2017   No comments

Loading...
Foto: Septha Rhiyantie

SOLO-SURAKARTA-JATENG, SriwijayaAktual.com - Rambut merupakan salah satu aset yang berharga bagi manusia, terlebih wanita. Selama ini, ketika kita memangkas rambut, maka limbah rambut tersebut lebih sering dibuang begitu saja. Hanya salon-salon kecantikan yang biasanya memanfaatkan limbah rambut untuk material wig atau rambut palsu.

Sebenarnya limbah rambut memiliki beberapa manfaat, salah satunya sebagai absorben atau penyerap logam berat pada limbah cair. Hal itu dibuktikan tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Tim yang terdiri atas Elsa Ninda Karlinda Putri dari angkatan 2014 sebagai ketua, Syahna Febrianastuti dari angkatan 2014, dan Easy Vicky Maylinda dari Angkatan 2015 selaku anggota ini mendapat bimbingan dari dosen FMIPA UNS, Candra Purnawan.

Ditemui wartawan di Gedung Rektorat UNS Solo, baru-baru ini, Elsa dan kawan-kawannya mengemukakan dalam penelitian tersebut, rambut dipilih sebagai bahan absorben karena mengandung alpha-keratin, yaitu protein serat utama yang menyusun rambut. Kandungan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat, di antaranya Besi (Fe).

“Kebanyakan yang dipilih sebagai absorben untuk mengurangi kandungan logam berat pada limbah cair selama ini adalah bulu ayam atau wol. Masih jarang yang memanfaatkan limbah rambut. Padahal dalam rambut ada juga kandungan alpha-keratin yang bermanfaat sebagai absorben,” ujar dia seperti dilansir dari Harian Jogja, Senin (3/7/2017).

Easy menambahkan penggunaan rambut sebagai penyerap logam berat Fe dalam limbah cair dimulai dengan membuat rambut menjadi serbuk. Untuk meningkatkan daya serapnya, mereka juga menggunakan bahan alginat.
 “Alginat berupa serbuk ini berfungsi sebagai pengental,” ujar dia.

Proses pembuktian dalam penelitian itu membutuhkan waktu sekira empat bulan. Dari penelitian dan uji coba komposisi alpha-keratin dan alginat tersebut, setiap 0,1 gram komposit alpha-keratin dan alginat mampu menyerap logam berat Fe untuk setiap 25 mililiter limbah cair.

“Jadi untuk mengurangi kadar logam berat Fe pada 25 mililiter limbah cair, bisa menggunakan 0,1 gram absorben ini dengan tingkat efisiensi 97 persen,” ungkap Elsa. 


Hasil penelitian tersebut diharapkan bisa menjadi referensi untuk mengatasi persoalan tingginya kandungan logam berat, terutama Fe pada limbah cair. Limbah yang mengandung logam berat perlu mendapat perhatian khusus mengingat dalam konsentrasi tertentu memberikan efek toksik (racun) yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan ekosistem sekitarnya.

Di sisi lain, limbah rambut yang berlebihan juga bisa diatasi dengan penelitian ini. “Usaha-usaha salon kecantikan saat ini kan cukup berkembang. Dengan lebih termanfaatkannya limbah rambut tersebut, masalah limbah rambut yang berlebihan diharapkan teratasi,” tambahnya Syahna.(*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...