Loading...

Senin, 03 Juli 2017

loading...

Sri Mulyani: Saya Menteri Keuangan yang Ingin Kurangi Utang Indonesia

    Senin, Juli 03, 2017   No comments

Loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan cara pemerintah dalam menjaga utang Indonesia agar tidak semakin besar. Tercatat, utang pemerintah pusat sampai dengan Mei 2017 sebesar Rp3.672,33 triliun.

"Kami terus jaga secara hati-hati. Saya Menteri Keuangan yang sangat inginkan supaya pendanaan pembangunan kita kalau kami ingin kurangi utang maka penerimaan pajak harus dinaikkan," ungkapnya di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Senin (3/7/2017) dikutip dari Okezone.

Menurutnya, menaikkan penerimaan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara reform perpajakan. Selain itu, pemerintah juga terus memantau potensi penerimaan perpajakan dari aktivitas ekonomi dan juga menjaga belanja negara agar tetap dalam kendali.

"Menjaga belanja kita agar baik dan hati-hati jadi tidak asal belanja, jadi entah dari jenis belanjanya maupun dari efisiensi belanjanya yang perlu diperhatikan, jadi dengan adanya keseimbangan dipenerimaan lalu strategi belanja kita harapkan defisit akan terus menerus bisa ditekan," jelasnya.

Menkeu juga mengatakan tipe Indonesia adalah belanja-belanja yang sifatnya harus dilakukan karena ini akan menentukan masa depan Indonesia. Belanja yang dimaksud seperti pendidikan, kesehatan, kemudian melindungi masyarakat yang rentang atau tak mampu, itu semua tidak bisa ditunda.

"Jadi sedapat mungkin penerimaan pajak kita dapat memenuhi kebutuhan dasar itu, kalaupun berhutang sedapat mungkin untuk belanja modal dan menghasilkan produktivitas dan tingkat pengembalian bisa terbayarkan kembali," jelasnya. 


Menkeu juga mengatakan bahwa rasio utang Indonesia jika dilihat secara nasional masih sangat terkendali dibandingkan GDP. Pasalnya rasio utang Indonesia masih ada di bawah 30%. Selain itu, defisit negara juga terjaga dibawah 3% jika dibandingkan dengan negara perform lainnya.

"Defisit kita juga di bawah 3%, kalau dibandingkan negara lain yang dianggap negaranya perform seperti India, defisit kita jauh lebih kecil, apalagi dengan emerging lain seperti Brasil, Meksiko, Argentina kita termasuk yang masih relatif hati-hati," tuturmya. 


Namun Pemerintah akan tetap menjaga ekonomi Indonesia dan pengelolaan utang secara hati-hati dan transparan sehingga masyarakat memahami. Sehingga juga masyarakat melihat pilihannya kenapa Indonesia berhutang, dan untuk apa Indonesia berhutang serta bagaimana mengelolanya.

"Jadi tidak menjadi cerita yang terlalu mengkhawatirkan bagi masyarakat, tapi masyarakat berhak tahu dan kita menyampaikan, dan menjaganya," tandasnya.(*)

"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...