Loading...

Selasa, 29 Agustus 2017

loading...

Bakar Lahan Tradisi Warga Buka Lahan Baru, Pemkab.PALI akan Jadikan ini Peluang dengan Perankan BUMDes

    Selasa, Agustus 29, 2017   No comments

Antisipasi & Pencegahan Karhutlah di Kab PALI
Karhutlah (Ilus/Net)

PALI-SUMSEL, SriwijayaAktual.com - Terkait upaya Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) Tahun 2017 di wilayah Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALIJunaidi Anuar  SH M.Si, mengatakan, untuk menanggulangi dan mencegah Karhutlah secara sengaja maupun tidak sengaja, BPBD  Kabupaten PALI terus berupaya memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat  supaya tidak membakar hutan dan lahan.

"Selain merugikan masyarakat banyak secara materil, Karhutlah  juga akan mengundang penyakit, yakni salah satunya penyakit ISPA, karena kebakaran pasti menimbulkan asap yang berbahaya terhadap kesehatan."Katanya saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2017).

Pihaknya juga  bertindak tegas apabila kedapatan masyarakat yang membakar hutan dengan sengaja, yakni diberi sanksi tegas dengan Denda dan Hukuman Pidana.

"Mengakui bahwa tindak Karhutlah secara sengaja memang tidak dapat pungkiri rawan terjadi. Masyarakat Kabupaten PALI mayoritas petani karet, kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan memang sulit dihentikan, karena sudah menjadi tradisi. Oleh karena itu tidak henti-hentinya, selaku BPBD gencar-gencarnya memberikan himbauan dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat khususnya di daerah pedesaan, dengan memberikan sosialisasi melarang dan dampak membuka lahan dengan cara membakar hutan."Tuturnya Junaidi. 
Kepala BPBD, Junaidi Anuar S.H M.Si (Ist)

Lanjutnya Junaidi, Upaya  mengantisipasi kejadian tersebut, BPBD Kab.PALI  selalu siap 24 jam menanggulangi bencana kebakaran maupun bencana lainnya, dan kita juga mempunyai moto, yakni Tanggap, Tangkas, Tangguh (3T).

"Selain itu juga,  BPBD Kab.PALI  bekerja sama dengan aparat penegak hukum, seperti Kepolisian dan TNI setempat serta steakholder lainya. Apabila masyarakat yang kedapatan membuka lahan dengan sengaja membakar hutan, harus ditangkap sesuai dengan aturan yang ada."Tegasnya.

Menurut Junaidi, salah satu cara untuk mencegah membuka lahan dengan cara membakar, meminta serta menyarankan  masyarakat harus menebang kayu atau pohon satu-persatu, kemudian kayunya dipotong terus dijual. Dengan cara ini tentunya masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu tersebut.

"Di  pedesaan, karena Kepala Desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan ini adalah peluang, jika  penebangan pohon atau kayu  itu diambil atau dikelola oleh pengurus BUMDes, tentunya menambah hasil pendapatan desa. Oleh sebab itu Pemkab.PALI melalui BPBD Kab.PALI akan koordinasikan dengan pihak aparat desa Kab.PALI untuk turut berperan aktif pencegahan Karhutlah."Tandasnya. (red/lintasperistiwa)


loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner