Loading...

Rabu, 09 Agustus 2017

loading...

'Krisis Air Bersih Melanda di Kabupaten PALI, "Mencuci & Mandi Gunakan Air yang Bercampur Rendaman Getah Karet"

    Rabu, Agustus 09, 2017   No comments

Loading...
krisis air saat kemarau, Masyarakat sebagian di PALI masih menggunakan air dari embung air yang di dalamnya masih ada getah karet yang terendam. (Ist)


PALI-SUMSEL, SriwijayaAktual.com - Memasuki musim kemarau, Krisis air bersih mulai melanda sebagian wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera (Selatan Sumsel).

Warga Desa Muara Ikan, Maryam, mengatakan, krisis air bersih mulai melanda sebagian wilayah Kabupaten PALI, seperti seperti di Desa Muara Ikan Kecamatan Penukal Utara. Warga harus berjalan sejauh kiloan meter mendapatkan air bersih dengan berjalan kaki menuju sumber mata air yang berada di tengah hutan.”Katanya

“Untuk memenuhi kebutuhan mencuci dan mandi, warga setempat harus ikhlas menggunakan air dalam sungai yang telah bercampur air getah karet  yang kotor dan berbau.”Ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/8/2017).

Jika musim kemarau,  warga  kekurangan air bersih. Sumur-sumur kami kering, dan  untuk keperluan minum, kami harus kedalam hutan menuju mata air satu-satunya di desa kami. Jaraknya cukup jauh, medan menuju ke sana juga bertebing.’Tambahnya Maryam

Sementara itu, Kepala Desa Muara Ikan, Pausy Ahmad, mengatakan, meminta kepada Pemerintah  Kabupaten PALI (Pemkab PALI)  untuk membantu memberikan solusi kepada warganya yang setiap kemarau langganan mengalami krisis air bersih.”Katanya.

Menurutnya, jika bangun atau membuat sumur bor, diwilayah kecamatan penukal utara  selalu gagal. Sebab, sudah  berulang kali kami coba, bahkan program Pamsimas juga gagal di desa ini, karena susah mendapatkan mata air. Kami berharap Pemkab PALI menyambungkan air PDAM dari Tempirai untuk dialirkan ke rumah-rumah warga.”Ujarnya.

Selama ini, warga  hanya pasrah dan menjalani hidup dalam krisis air bersih dimusim kemarau ini. jadi  warga  tidak kaget lagi kekurangan air bersih, karena sudah terbiasa, kekeringan  di musim kemarau.”Tandasnya Pausy.

Sementara itu, secara terpisah saat dikonfirmasi wartawan, Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony MM,  mengatakan, menghadapi musim kemarau, Pemkab.PALI  segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan krisis air bersih untuk masyarakat di Kab.PALI.  Salah satunya, mulai dari  mengupayakan program-program penyediaan air bersih untuk masyarakat dengan memanfaatkan embung-embung penampungan air.

“Dengan memanfaatkan embung-embung penampungan air, maka masyarakat dapat  menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.”Katanya Ferdian, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya Ferdian, bahwa kebiasaan masyarakat merendam getah karet di sungai maupun embung-embung penampungan air, menjadi salah satu penyebab kekurangan air bersih. Seharusnya embung penampungan air harus bersih dari rendaman getah karet, supaya saat kemarau airnya dapat  dimanfaatkan.

“Getah karet yang direndam masyarakat di sungai maupun embung-embung penampungan air, dapat  mengeluarkan bau dan sangat berisiko  jika dipakai masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Seperti: kulit  gatal-gatal dan menimbulkan penyakit lain kalau menggunakan air dari rendaman getah karet itu.”Tuturnya.

Oleh sebab itu, Pemkab PALI menghimbau supaya masyarakat untuk tidak lagi merendam getah karet di sungai maupun di embung-embung penampungan air.
​Lanjutnya Ferdian, kedepan, Pemkab PALI akan mengupayakan  menyambungkan air bersih dari PDAM ke desa-desa, di prioritaskan desa yang mengalami kriris air bersih.

Selain itu, bahwa saat ini sedang dibahas Raperda pendirian perusahaan daerah air minum Tirta Anugerah oleh DPRD Kab.PALI. Sehingga dengan adanya Perda Perusda PDAM di PALI untuk dapat  memenuhi kebutuhan  air bersih, termasuk penyaluran ke desa-desa. “Untuk saat ini, pihaknya  terkendala pengelolaan PDAM yang masih dikelola Pemkab.Muara Enim, Kabupaten Induk Kabupaten PALI.”Tandasnya Ferdian. 


Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab.PALI (BPBD Kab.PALI),  Junaidi Anwar, mengatakan, saat ini pihaknya sudah  menghubungi Camat Penukal Utara, sebagai kepala wilayah untuk mendata dan mengecek ke lapangan sejauh mana kesulitan warga akan air bersih.

“Jika  sudah darurat, meminta Kepala Desa melalui  Camat segera sampaikan ke Pemkab.PALI. Kita akan cari solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut.”Ujarnya. 

Selain itu, pihaknya akan  tetap melakukan pemantauan terkait kekurangan air bersih. Bahkan pihaknya  akan mendekati perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar untuk berpartisipasi mengatasi krisis air bersih, hal itu  sebagai salah satu solusi cepat  mengatasi krisis air bersih.”Tandasnya Junaidi. (TS/FN)


"HEBOH! KLIK BACA JUGA DIBAWAH INI:
loading...

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam dan Terpercaya.

loading...
Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner
Loading...