Selasa, 12 September 2017

Inisiatif Inggris dan Swedia, Besok DK PBB akan Gelar Pertemuan Darurat Bahas Rohingya di Rakhine State Myanmar

    Selasa, September 12, 2017   No comments

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)-(Dok/Net)

SriwijayaAktual.com – Inggris dan Swedia menggagas pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membahas kekerasan terhadap minoritas etnis Muslim Rohingya yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. Rencananya pertemuan darurat DK PBB itu akan digelar pada Rabu (13/10/2017)

“Ini adalah tanda kekhawatiran yang dirasakan anggota Dewan Keamanan mengenai situasi yang terus memburuk bagi banyak orang Rohingya yang ingin melarikan diri dari negara bagian Rakhine,” kata Duta Besar Inggris Matthew Rycroft, dikutip Channel News Asia, Selasa (12/9/2017).

Pada Senin (11/9/2017) Ketua Dewan HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein menuduh Myanmar telah melakukan serangan sistematis terhadap minoritas etnis Muslim Rohingya. Ia memperingatkan kemungkinan adanya pembersihan etnis yang saat ini sedang berlangsung.

DK PBB terakhir melakukan pertemuan tertutup pada akhir Agustus lalu untuk membahas kekerasan tersebut, namun tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan. Rycroft mengatakan, dia mengharapkan adanya kesepakatan dalam pertemuan DK PBB kali ini.

Diplomat PBB mengatakan, China telah menolak keterlibatan DK PBB dalam menangani krisis tersebut. Peraih Nobel Perdamaian Dalai Lama, Malala Yousafzai, dan Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu telah mendesak Suu Kyi untuk menjauhkan diri dari kekerasan dan berbicara mengenai kekerasan itu.


Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan, setidaknya 313 ribu minoritas etnis Muslim Rohingya kini telah tiba di Bangladesh dari Rakhine State sejak 25 Agustus. Jumlah tersebut sekitar sepertiga dari total populasi Rohingya sebanyak 1,1 juta.

Pemimpin de facto Myanmar, peraih hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, telah menghadapi kecaman internasional yang kuat mengenai tindakan keras militernya terhadap minoritas Muslim Rohingya. Krisis dimulai saat gerilyawan Rohingya menyerang pasukan keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine pada 25 Agustus lalu. (gubr.AK)

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner