Jumat, 08 September 2017

"Kedepan Tanah Wakaf Bisa Berperan Sebagai Kekuatan Ekonomi Nasional"

    Jumat, September 08, 2017   No comments


JAKARTA, SriwijayaAktual.com Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) membahas tentang optimalisasi aset wakaf yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Selasa hingga Kamis (5-7/9/2017).

Wakil Sekretaris BWI sekaligus Ketua Panitia, Badriyah Fayumi mengatakan Rakornas ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas BWI Perwakilan, menguatkan jejaring perwakafan nasional, dan menyamakan persepsi antara BWI dan lembaga/kementerian lain dalam menghadapi berbagai permasalahan wakaf serta merancang kebijakan perwakafan agar terintegrasi dan responsif terhadap tantangan dan dinamika yang ada.

“Sehingga wakaf ke depan semakin baik dan semakin berperan sebagai kekuatan ekonomi nasional. Dan itu hanya bisa terwujud bila aset-aset wakaf secara hukum terlindungi dengan baik dan para nazir memiliki kompetensi memadai untuk mengelola aset-aset wakaf yang ada agar bisa produktif.” ujar Badriyah melalui rilisnya, Rabu (7/9/2017) seperti yang dilansir abadikini.

Menurut Badriyah, aset tanah wakaf di Indonesia sangat besar, sebanyak 435.768 bidang tanah, dengan luas keseluruhan 435.944 hektare. Sebagian tanah wakaf yang dulu berada di pinggiran dan tidak ada nilainya, kini sudah menjadi aset yang strategis dan bernilai tinggi.

“Pertumbuhan wilayah membuat tanah-tanah wakaf mempunyai potensi bisnis yang tinggi sehingga menarik minat berbagai pihak. Potensi ini perlu dikelola sedemikian rupa sehingga aset wakaf bisa bermanfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat  dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Badriyah.

Pasalnya kata Badriyah, Potensi tanah wakaf yang begitu besar, sayangnya masih belum tergarap dengan optimal oleh para nazhir wakaf di berbagai wilayah di Indonesia. Pada saat yang sama, ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan celah hukum untuk mengambil alih aset tanah wakaf secara melawan hukum dan syariat. Nihilnya dokumen legalitas wakaf, kurang kompetennya SDM nazhir, terlantarnya aset wakaf, dan lemahnya pengawasan masyarakat menjadi beberapa sebab terjadinya penyerobotan aset tanah wakaf di berbagai daerah di Indonesia.

“Dalam upaya mengamankan aset-aset wakaf dan memproduktifkan aset-aset wakaf yang masih menganggur agar bernilai dan bermanfaat secara ekonomis, BWI mengadakan Rapat Koordinasi Nasional dengan Perwakilan BWI Provinsi se-Indonesia dan stakeholder terkait,” pungkasnya.

Diketahui, narasumber yang hadir dalam Rakornas BWI yang berlangsung selama tiga hari itu antara lain, Menteri Agama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ BPN, Kepala Mahkamah Agung, Kepala Polri, Ketua Komisi VIII DPR RI, Direktur Zakat dan Wakaf Kemenag, dan Direktur Rumah Susun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dompet Dhuafa, dan BNI Syariah. (ak)

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner