Selasa, 26 September 2017

'Pemimpin di Dunia yang Jenazahnya Diawetkan'

    Selasa, September 26, 2017   No comments


SriwijayaAktual.com - Kematian selalu jadi hal yang menyedihkan. Soalnya, kematian adalah perpisahan abadi. Selamanya, kita enggak bisa lagi ketemu orang yang udah meninggal. Jasad mereka dikebumikan atau dikremasi sehingga enggak ada lagi wujudnya di hadapan kita. Yang tertinggal hanya potretnya semasa hidup dan kenangan masa lalu yang sukar dilupakan.

Nyatanya, ada juga yang mengawetkan jasad-jasad orang yang udah meninggal. Biasanya, orang-orang yang jasadnya diawetkan ini adalah sosok-sosok yang disegani. Bisa jadi mereka sangat berjasa, dihormati, atau ditakuti semasa hidupnya. Tubuh yang terbujur kaku sengaja diawetkan supaya bisa terus dikenang. Bahkan, kita bisa ngelihatnya dari balik kaca transparan. Hal tersebut juga dijadikan generasi-generasi yang akan datang sebagai kenangan agar perjuangan yang udah dilakuin semasa hidup bisa berpengaruh.

Kali ini, Sriwijaya Aktual bakal ngasih tahu sosok-sosok pemimpin dunia yang jenazahnya diawetkan, dilansir dari Natgeo Indonesia. Yuk, simak!

1. Kim Il Sung
Foto/Istimewa

Kim Il Sung dikenal sebagai seorang politikus berhaluan komunis yang memimpin Korea Utara sejak 1948 hingga hari kematiannya. Kim juga disebut sebagai “Pemimpin Besar” dan menurut Konstitusi Korea Utara, dia adalah presiden abadi negara tersebut. Bahkan, hari ulang tahunnya merupakan salah satu hari libur di Korea Utara.

Kim Il Sung wafat di usia 82 tahun akibat serangan jantung. Kematian sang diktator komunis tersebut menyebabkan rasa kehilangan besar bagi rakyat Korea Utara. Makanya, supaya sosoknya bisa selalu diingat, jasad Kim dibalsem alias diawetkan. Tubuhnya pun disemayamkan di dalam sebuah peti kaca yang disimpan di Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang.

2. Vladimir Lenin

Siapa yang enggak kenal dengan Lenin? Saking terkenalnya, Lenin diceritakan di dalam buku sejarah anak-anak sekolah di seluruh dunia. Vladimir Ilyich Lenin adalah politikus dan pemimpin terkenal dari Uni Soviet pada 1917. Dia meninggal karena terserang stroke beberapa kali setelah ditembak musuh politiknya, Fanny Kaplan. Akhirnya, 21 Januari 1924 menjadi hari berkabung nasional bagi Uni Soviet karena wafatnya Lenin.

Sebenarnya, sebelum meninggal, Lenin ngasih wasiat buat dimakamin bersebalahan dengan makam nyokapnya. Namun, sang diktator Joseph Stalin ingin para warganya bisa berziarah dan ngelihat jasad Lenin. Makanya, pemerintah Uni Soviet memutuskan buat enggak ngubur dan malah ngawetin jasadnya. Jasad Lenin disemayamkan dalam peti kaca di Mausoleum Lenin, Moskow. Meski sosok Lenin dikenal kejam, hingga kini, masih banyak orang mengunjungi jasad Lenin di pemakaman itu.

3. Evita Peron

Evita Peron merupakan ibu negara Argentina yang dikenal sangat dekat dengan rakyatnya. Evita meninggal karena mengidap kanker pada 26 Juli 1952. Hal itu tentu bikin seluruh rakyat Argentina ngerasa kehilangan. Kemudian, mereka pun meminta agar jasad istri dari Presiden Juan Peron ini diawetkan agar bisa terus dikenang dan diziarahi sepanjang masa.

Selama dua tahun lebih, rakyatnya selalu memberikan salam penghormatan kepada jasad Evita. Sayangnya, pada April 1955, terjadi kudeta di Argentina yang menggulingkan pemerintahan Peron. Sedihnya, mereka juga merampas jenazah Evita. Lalu, 16 tahun kemudian, jenazah Evita berhasil ditemukan kembali dalam kondisi yang buruk. Juan pun meninggal dan pemerintahan digantikan oleh Isabel Peron pada 1974. Kemudian, oleh Isabel Peron, jenazah Juan dan Evita dikuburkan secara layak di pemakaman keluarga La Recoleta.

4. Mao Zedong

Selain Lenin, Mao Zedong juga dikenal sebagai pemimpin berpengaruh di dunia. Jasanya terukir di sejarah dunia. Mao Zedong bisa dibilang sebagai tokoh paling penting dalam terjadinya revolusi di Tiongkok. Sang pendiri Republik Rakyat Tiongkok ini telah menggulingkan Kaisar Tiongkok yang terakhir, Xuantong.

Mao Zedong meninggal pada 9 September 1976. Jasadnya kemudian diawetkan dan ditempatkan di peti kaca di Mausoleum Mao Zedong yang terletak di salah satu sisi Lapangan Tiananmen, Beijing, Tiongkok. Padahal, Mao pernah berwasiat, dia ingin dikremasi. Mao juga menjadi salah satu dari pejabat tinggi Tiongkok pertama yang membuat aturan, “Semua pemimpin pusat di Tiongkok dikremasi setelah meninggal,” pada November 1956.

5. Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos dikenal sebagai pemimpin diktator Filipina. Marcos berkuasa lebih dari 26 tahun sebagai Presiden Filipina. Saking lamanya dia menjabat, banyak orang yang sering menghubungkan kemiripan gaya kemimpinannya dengan sosok Soeharto di Indonesia. Saat terjadi revolusi, pemerintahan Marcos berhasil digulingkan. Marcos dan istrinya menyelamatkan diri ke Honolulu, Hawaii. Setelah tiga tahun bersembunyi di Hawaii, Marcos meninggal karena penyakit ginjal, jantung, dan paru-paru. Jasadnya pun diawetkan oleh sang istri.

Karena sedang masalah melarikan diri dari Filipina, sang istri, Imelda Marcos, memperjuangkan agar pemerintah Filipina mengizinkan suaminya dimakamin di taman makam kepresidenan. Sayangnya, keinginannya gagal tercapai. Akhirnya, jasad Marcos diawetkan dan ditaruh di ruang bawah tanah yang didinginkan dalam pemakaman pribadi Byodo-In di Pulau Oahu, barat daya Filipina, pada 1996 hingga kini.

6. Joseph Stalin

Setelah kepergian Lenin, pemerintahan Uni Soviet dipimpin oleh Joseph Stalin. Kabarnya, kematian Stalin menyimpan banyak misteri. Ada yang mengatakan dia diracun, ada juga yang percaya dia meninggal akibat serangan stroke. Kemudian, empat hari setelah kematiannya, jenazah Joseph Stalin diawetkan dan diletakkan di samping jenazah Vladimir Lenin di dalam Mausoleum Lenin.

Setelah itu, pemerintah Soviet memerintahkan agar jasad Stalin dipindahkan dari Mausoleum Lenin dan dikubur di Tembok Kremlin. Hal ini terjadi pada masa De-Stalinisasi oleh penerusnya saat itu, Nikita Krushcev. Ini adalah masa-masa menghilangkan pengaruh Stalin dari perpolitikan di Soviet. Enggak cuma mindahin jasad Stalin, Nikita juga ngubah hal-hal yang berbau Stalin, kayak mengganti nama kota Stalinabad menjadi Dushanbe dan Stalingrad menjadi Volgograd.

7. Hugo Chavez

Presiden Venezuela, Hugo Chavez, meninggal pada 5 Maret 2013 setelah berjuang mengatasi penyakit kanker yang menjangkitnya selama dua tahun. Pengabdiannya yang begitu besar kepada tanah airnya, membuatnya sangat dikagumi oleh rakyat Venezuela. Makanya, kepergiannya menjadi hari berkabung Venezuela.

Jasad Chavez dibalsem dan dipamerkan di dalam gelas kaca dalam Museum Revolusi yang tempatnya enggak jauh dari Istana Kepresidenan Miraflores. Tujuannya, jasad “Comandante President” tersebut selalu terbuka setiap waktu pada rakyatnya, kayak Lenin dan Mao Zedong. Setelah diawetkan, jasad Chavez dimasukkan dalam peti kristal di Museum Revolusi.

***

Sejumlah pemimpin negara diabadikan jenazahnya karena rakyat seolah enggak ingin kehilangan pemimpinnya. Dengan demikian, rakyat bisa selalu mengenang jasa-jasa mereka semasa hidupnya. Soalnya, bagaimanapun, sosok-sosok ini udah ngukir sejarah yang jadi identitas buat negara mereka. 

*Nah, kalau lo suatu ketika jadi pemimpin sebuah negara, lo mau jasad lo diapain supaya rakyat tetap bisa mengenang jasa-jasa lo buat mereka?  (***)

About Redaksi Sriwijaya Aktual

Sumber Informasi Realita Tajam Terpercaya.

Previous
Next Post
Langganan berita terbaru

Lengkapi form di bawah ini, dan dapatkan update berita terbaru dari kami.

Deliver via FeedBurner